Story
Yuan Tiongkok Sentuh Level Tertinggi 4 Tahun Jelang Pertemuan Trump-Xi

Summary
Mata uang Tiongkok menguat ke level terkuatnya sejak Juli 2022, didukung oleh penetapan kurs referensi yang lebih kuat oleh bank sentral dan perluasan infrastruktur kliring menjelang pertemuan tingkat tinggi AS-Tiongkok.
Yuan Tiongkok menguat ke level tertinggi dalam lebih dari empat tahun pada hari Jumat, seiring People’s Bank of China (PBOC) yang terus menetapkan kurs referensi harian yang lebih kuat menjelang pertemuan antara Presiden Xi Jinping dan Presiden AS Donald Trump. Yuan offshore (CNH) sempat naik 0,1% ke level sekitar 6,7 per dolar, posisi terkuatnya sejak Juli 2022.
Penguatan Didukung Kebijakan Bank Sentral
Bank sentral Tiongkok, PBOC, menetapkan *fixing* harian yang lebih kuat selama delapan hari perdagangan berturut-turut, yang merupakan rentetan terpanjang sejak tahun 2023. Kebijakan ini menempatkan yuan di jalur kenaikan kuartalan ketujuh berturut-turut.
Secara fundamental, yuan telah menjadi mata uang dengan kinerja terkuat di Asia tahun ini. Penguatan ini ditopang oleh ekspor Tiongkok yang kuat dan peningkatan permintaan dari perusahaan yang mengonversi pendapatan mata uang asing mereka ke yuan.
Perluasan Infrastruktur Kliring
Di sisi infrastruktur, Tiongkok juga memperluas jangkauan sistem yang memungkinkan mata uang lain diperdagangkan dan diselesaikan secara lebih langsung terhadap yuan. Shanghai Clearing House pada 14 September memulai layanan kliring terpusat (*central-counterparty*) untuk transaksi spot yang melibatkan beberapa mata uang baru.
Layanan tersebut kini mencakup:
Ad- Dolar Singapura
- Dolar Selandia Baru
- Baht Thailand
Langkah ini memperluas akses mata uang ke jaringan kliring terpusat Tiongkok dan berpotensi mendukung penggunaan yuan yang lebih besar dalam transaksi lintas batas. Layanan ini sebelumnya sudah tersedia untuk dolar AS, euro, pound, dolar Australia, dan yen.
Tetap Tangguh di Tengah Data Domestik yang Lemah
Yuan menunjukkan ketangguhannya bahkan saat dolar AS menguat ke level tertinggi hampir lima minggu, didorong oleh ekspektasi bahwa suku bunga Federal Reserve akan tetap tinggi. Penguatan yuan ini terjadi menjelang pertemuan Trump-Xi pada 24 September di Washington, di mana isu perdagangan dan ekonomi diperkirakan akan menjadi agenda utama.
Namun, kekuatan mata uang ini kontras dengan sinyal lemahnya permintaan kredit domestik. Bank-bank di Tiongkok hanya menyalurkan pinjaman baru sebesar 60 miliar yuan pada bulan Agustus, jauh di bawah perkiraan ekonom sebesar 400 miliar yuan, sementara pertumbuhan saldo pinjaman yuan yang beredar melambat ke rekor terendah 4,9% secara tahunan.