Story
20 Bank di China Umumkan Dividen Interim, Total Pembayaran Diproyeksi Tembus 266 Miliar Yuan

Ruifeng Bank (601528.SH) menjadi bank pertama yang terdaftar di A-share China yang membagikan dividen interim tahun ini, memulai gelombang pembayaran dari total 20 bank yang secara kolektif berencana mendistribusikan lebih dari 266,11 miliar yuan. Langkah ini mencerminkan peningkatan sistematis dalam mekanisme imbal hasil bagi pemegang saham di sektor perbankan negara tersebut.
Rincian Pembayaran dan Pelopor
Berdasarkan pengumuman pada 10 September, Ruifeng Bank membagikan dividen sebesar 0,10 yuan per saham (termasuk pajak), dengan total pembayaran mencapai 196 juta yuan. Jumlah ini setara dengan 21,85% dari laba bersih yang diatribusikan kepada induk perusahaan pada semester pertama tahun ini. Ini merupakan kali pertama Ruifeng Bank membagikan dividen interim sejak melantai di bursa pada 2021.
Selain Ruifeng Bank, bank lain seperti Minsheng Bank dan Shanghai Rural Commercial Bank (SHRCB) juga dijadwalkan untuk melakukan pembayaran pada bulan September. Minsheng Bank akan mendistribusikan total 5,17 miliar yuan, sementara SHRCB akan membayar 2,41 miliar yuan.
Peningkatan Komitmen dari Bank BUMN
Salah satu perkembangan paling signifikan adalah partisipasi kolektif dari enam bank BUMN terbesar di China, yang untuk pertama kalinya menaikkan rasio pembayaran dividen interim mereka dari 30% menjadi 31%. Secara total, keenam bank ini akan mendistribusikan 220,99 miliar yuan.
Berikut adalah rincian kontribusi dari bank-bank BUMN utama:
Ad- Industrial and Commercial Bank of China (ICBC): Menjadi pembayar terbesar dengan rencana dividen 53,85 miliar yuan.
- China Construction Bank (CCB): Mengalokasikan 52,58 miliar yuan, mencatat peningkatan terbesar di antara bank BUMN.
- Agricultural Bank of China dan Bank of China: Masing-masing akan membayar 45,39 miliar yuan dan 38,34 miliar yuan.
Menurut Sekretaris Dewan Direksi ICBC, Tian Fenglin, kenaikan rasio pembayaran ini didasari oleh tiga pertimbangan utama: merespons harapan investor, kinerja semester pertama yang solid, serta menyeimbangkan imbal hasil pemegang saham dengan kebutuhan pengembangan jangka panjang.
Implikasi bagi Investor dan Konteks Pasar
Menurut Wu Zewei, seorang peneliti dari Suning Bank, tren peningkatan frekuensi dividen ini sejalan dengan arahan kebijakan pasar modal China yang mendorong perusahaan tercatat untuk meningkatkan imbal hasil investor. Pembayaran dividen interim memperpendek siklus tunggu bagi investor untuk menerima keuntungan.
Fenomena ini juga menunjukkan bahwa bank-bank terkemuka memiliki profitabilitas dan tingkat kecukupan modal yang sehat, yang menjadi dasar untuk pembayaran dividen yang berkelanjutan. Perbedaan waktu pembayaran, di mana bank kecil membayar lebih cepat (September) sementara bank BUMN besar cenderung membayar pada Desember-Januari, disebabkan oleh perbedaan skala modal, struktur tata kelola, dan kompleksitas prosedur internal.