Story

Harga Gandum AS Naik di Tengah Gangguan Ekspor Laut Hitam

ENTHMSVIIDZHZH-TWJAKOHI
Jul 29, 20261 min read
Harga Gandum AS Naik di Tengah Gangguan Ekspor Laut Hitam

Summary

Harga gandum berjangka Chicago naik tipis karena eskalasi serangan di wilayah Laut Hitam memicu kembali kekhawatiran pasokan global. Sementara itu, harga jagung dan kedelai justru melemah di tengah faktor-faktor fundamental lainnya.

Text size
Background

Harga gandum berjangka Chicago menguat pada hari Rabu setelah serangkaian gangguan baru terhadap ekspor biji-bijian dari Laut Hitam memperbarui kekhawatiran pasar mengenai pasokan. Serangan yang terus berlanjut oleh Rusia dan Ukraina terhadap kapal dan infrastruktur pelabuhan di wilayah tersebut menjadi pemicu utama kenaikan harga.

Eskalasi di Laut Hitam

Kekhawatiran terhadap kelancaran ekspor dari wilayah Laut Hitam diperkuat oleh beberapa insiden terbaru. Menurut laporan Reuters, tiga terminal biji-bijian utama Rusia membatasi pengiriman melalui truk, dengan alasan peningkatan risiko pengiriman dan perubahan arus biji-bijian setelah adanya pembatasan di Laut Azov.

Selain itu, serangan rudal yang dilaporkan menghantam kota pelabuhan Taganrog di Rusia, sebuah pusat ekspor biji-bijian di Laut Azov, semakin menggarisbawahi risiko keamanan yang dihadapi rantai pasokan regional. "Pelabuhan-pelabuhan masih sangat terganggu, tetapi pasar tampaknya percaya bahwa situasi ini tidak akan berlangsung lama, yang membuat premi risiko geopolitik tetap terkendali," kata seorang pedagang dari Prancis kepada Reuters.

Pergerakan Harga Komoditas

Berdasarkan data perdagangan, pergerakan harga komoditas utama di Chicago Board of Trade (CBOT) menunjukkan divergensi:

Sample IUX Markets – In-articleAd
  • Kontrak gandum paling aktif naik 0,3% menjadi $6,64-1/2 per gantang.
  • Kedelai turun 1% menjadi $12,07-3/4 per gantang.
  • Jagung melemah 0,5% menjadi $4,78 per gantang.

Faktor Fundamental Lainnya

Di sisi lain, pasar kedelai dan jagung dipengaruhi oleh kondisi tanaman di AS dan dinamika permintaan global. Departemen Pertanian AS (USDA) melaporkan penurunan peringkat kondisi tanaman "baik-hingga-sangat-baik" untuk jagung menjadi 63% (dari 67%) dan kedelai menjadi 63% (dari 66%), keduanya di bawah ekspektasi analis.

Sementara itu, Sinograin dari Tiongkok mengumumkan akan melelang sekitar 500.000 metrik ton kedelai impor, yang dapat membebaskan kapasitas penyimpanan menjelang kedatangan pasokan baru dari AS. Dari Brasil, asosiasi penggiling Abiove menaikkan proyeksi ekspor kedelai untuk tahun 2026 menjadi rekor 115,4 juta ton, menambah tekanan pada harga kedelai global.

Back to latest news

LATEST