Story
Saham Capgemini Melonjak Setelah Divestasi Anak Usaha Kontroversial di AS

Saham perusahaan konsultan IT Capgemini (CAPP) melonjak 6,7% menjadi €109,8, memimpin penguatan pada indeks CAC 40. Kenaikan signifikan ini terjadi setelah perusahaan mengumumkan telah menandatangani perjanjian definitif untuk mendivestasi anak usahanya di Amerika Serikat yang melayani pemerintah federal.
Divestasi Unit Bisnis Pemerintah AS
Capgemini setuju untuk menjual Capgemini Government Solutions (CGS) kepada ITC Federal. CGS adalah anak usaha yang secara khusus melayani lembaga penegak hukum federal, keamanan dalam negeri, dan pertahanan di AS.
Secara finansial, kontribusi CGS tidak signifikan, hanya mewakili sekitar 0,4% dari total pendapatan grup Capgemini pada tahun 2025. Namun, arti strategis dari penjualan ini jauh melampaui nilai finansialnya, karena menyelesaikan isu yang telah lama membebani sentimen investor.
Mengakhiri Kontroversi dan Beban Reputasi
Langkah divestasi ini mengakhiri kontroversi yang telah menekan saham sejak Februari 2026. Isu ini berawal dari kontrak CGS dengan U.S. Immigration and Customs Enforcement (ICE) yang memicu reaksi publik.
AdDengan menjual seluruh anak usaha tersebut, Capgemini menarik garis batas yang jelas dan menghilangkan liabilitas reputasi. Hal ini dinilai positif karena isu tersebut telah mempersulit posisi perusahaan di hadapan klien dan investor Eropa yang sensitif terhadap isu politik.
Valuasi Murah Mendorong Re-rating
Kenaikan tajam ini juga didukung oleh valuasi saham Capgemini yang oleh para analis sudah dianggap sangat terdiskon di dalam indeks CAC 40. Sebelum pengumuman ini, target harga konsensus mengimplikasikan potensi kenaikan sekitar 30% atau lebih.
Reli saham ini murni bersifat spesifik perusahaan, bukan karena dorongan pasar secara umum. Indeks acuan CAC 40 justru diperdagangkan di zona merah pada hari yang sama. Kombinasi dari beberapa faktor kunci telah menciptakan kondisi untuk *re-rating* atau penilaian ulang yang tajam oleh investor:
- Penyelesaian masalah portofolio yang telah lama ditunggu.
- Penghapusan kontrak yang sensitif secara politik.
- Valuasi saham yang sudah tertekan sebelumnya.