Story

Dolar Kanada Melemah Seiring Data Inflasi Meredam Prospek Kenaikan Suku Bunga

ENTHMSVIIDZHZH-TWJAKOHI
Jul 20, 20261 min read
Dolar Kanada Melemah Seiring Data Inflasi Meredam Prospek Kenaikan Suku Bunga
Text size
Background

Dolar Kanada melemah terhadap dolar AS pada hari Senin setelah rilis data inflasi yang lebih rendah dari perkiraan untuk bulan Juni, mendorong para pelaku pasar untuk mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga oleh Bank of Canada (BoC) tahun ini.

Perlambatan Inflasi Memicu Pelemahan

Menurut data yang dirilis, tingkat inflasi tahunan Kanada turun menjadi 2,8% pada bulan Juni dari level tertinggi 29 bulan sebesar 3,2% pada bulan Mei. Penurunan ini sebagian besar didorong oleh penurunan tajam pada biaya bensin.

Selain itu, ukuran inflasi inti yang dipantau secara ketat oleh Bank of Canada juga menunjukkan penurunan. Data yang lebih lemah ini secara langsung memengaruhi prospek kebijakan moneter, dengan pasar kini melihat kemungkinan yang lebih kecil untuk pengetatan lebih lanjut.

Dampak Terhadap Pasar

Menyusul laporan inflasi tersebut, dolar Kanada, atau yang dikenal sebagai *loonie*, diperdagangkan 0,3% lebih rendah pada 1,4060 per dolar AS (atau 71,12 sen AS). Mata uang ini mundur dari level intraday terkuatnya sejak 17 Juni di 1,4001.

Sample IUX Markets – In-articleAd

Data pasar swap mencerminkan pergeseran sentimen ini, dengan probabilitas kenaikan suku bunga BoC pada bulan Desember turun menjadi 66% dari 72% sebelum data dirilis. Di sisi komoditas, harga minyak, yang merupakan salah satu ekspor utama Kanada, juga turun 0,4% menjadi $82,16 per barel, menambah tekanan pada *loonie*.

Sentimen Spekulan

Sentimen *bearish* terhadap dolar Kanada telah meningkat bahkan sebelum rilis data inflasi. Data dari Commodity Futures Trading Commission (CFTC) AS yang dirilis pada hari Jumat menunjukkan bahwa para spekulan telah meningkatkan posisi jual bersih (*net short*) mereka terhadap dolar Kanada.

Posisi jual bersih non-komersial naik menjadi 176.279 kontrak per 14 Juli, naik dari 173.126 pada minggu sebelumnya. Angka ini menandai level *bearish* tertinggi sejak bulan Januari, mengindikasikan bahwa para investor telah memposisikan diri untuk potensi pelemahan lebih lanjut.

Back to latest news

LATEST