Story
Brooks Automation Pertimbangkan IPO, Menurut Laporan Bloomberg

Summary
Perusahaan robotika Brooks Automation, yang didukung oleh firma ekuitas swasta Thomas H. Lee Partners, dilaporkan sedang menjajaki kemungkinan penawaran umum perdana (IPO).
Brooks Automation, perusahaan robotika dan otomatisasi perangkat lunak yang didukung oleh Thomas H. Lee Partners, dilaporkan sedang mempertimbangkan untuk melantai di bursa melalui penawaran umum perdana (IPO). Kabar ini pertama kali dilaporkan oleh Bloomberg, yang mengutip sumber yang mengetahui masalah tersebut.
Detail Rencana IPO
Menurut laporan tersebut, perusahaan yang berbasis di Chelmsford, Massachusetts ini sedang dalam tahap pembicaraan dengan para penasihat potensial untuk mempersiapkan IPO. Namun, sumber tersebut menekankan bahwa pertimbangan ini masih berada pada tahap awal dan detail penawaran, seperti valuasi dan waktu pelaksanaan, masih dapat berubah.
Langkah menuju IPO ini dapat menjadi strategi keluar (exit strategy) bagi Thomas H. Lee Partners, sebuah praktik umum bagi perusahaan ekuitas swasta untuk merealisasikan keuntungan atas investasi mereka setelah beberapa tahun mengakuisisi dan mengembangkan sebuah perusahaan.
Latar Belakang Akuisisi
Bisnis otomatisasi ini sebelumnya merupakan bagian dari Brooks Automation yang lama, sebelum diakuisisi oleh Thomas H. Lee Partners dengan nilai tunai sebesar $3 miliar. Kesepakatan tersebut diumumkan pada tahun 2021 dan selesai pada tahun berikutnya.
AdSetelah divestasi bisnis otomatisasi tersebut, sisa bisnis ilmu hayati (life sciences) dari Brooks Automation yang lama berganti nama menjadi Azenta Inc. dan tetap terdaftar di bursa Nasdaq dengan ticker AZTA. Hal ini memisahkan dua fokus bisnis yang berbeda menjadi entitas yang independen.
Profil Perusahaan
Brooks Automation menyediakan platform robotika dan otomatisasi yang krusial untuk berbagai industri canggih. Produknya banyak digunakan dalam sektor manufaktur semikonduktor, ilmu hayati, dan lingkungan industri maju lainnya.
Perusahaan ini memiliki jangkauan global dengan lebih dari 2.000 anggota tim yang tersebar di berbagai lokasi di sekitar 14 negara. Keahliannya dalam otomatisasi presisi menempatkannya sebagai pemain penting dalam rantai pasok teknologi tinggi global.