Story
Dolar AS Menguat Didukung Harga Energi dan Imbal Hasil Obligasi, Poundsterling Tertekan

Poundsterling melemah terhadap dolar AS pada hari Selasa, sementara euro juga turun tipis, karena kenaikan harga energi dan imbal hasil obligasi Treasury AS jangka panjang memberikan dukungan luas bagi *greenback*. Menurut data Investing.com, pasangan mata uang GBP/USD turun 0,11% ke level 1,3529 pada Selasa pagi waktu AS.
Pendorong Penguatan Dolar AS
Dukungan bagi dolar AS terutama datang dari dua faktor utama: kenaikan harga energi dan lonjakan imbal hasil obligasi Treasury AS tenor 30 tahun. Chris Turner, Kepala Pasar Global di ING, menyatakan bahwa jika kedua faktor ini berlanjut, kemungkinan kenaikan suku bunga oleh Federal Reserve pada bulan September dapat kembali dipertimbangkan oleh pasar.
Turner mencatat bahwa Indeks Dolar (DXY) telah pulih dari level terendah di 99,40 dan menilai bahwa "dolar belum siap untuk penembusan ke bawah yang berkelanjutan." Ia juga menyoroti bahwa keengganan Washington untuk memperpanjang gencatan senjata dengan Iran mendorong harga minyak dan gas lebih tinggi, sebuah dinamika yang ia sebut "positif untuk dolar". ING memperkirakan DXY akan diperdagangkan dalam rentang 99,40 hingga 100.
Prospek Inggris dan Kebijakan BoE
Di Inggris, data ketenagakerjaan terbaru dinilai "tidak terlalu mengejutkan" oleh James Smith, ekonom ING untuk Inggris. Meskipun jumlah penggajian sedikit menurun, terdapat perbedaan di dalamnya: sektor pemerintah terus merekrut, sementara lapangan kerja di sektor jasa konsumen memburuk dan sektor swasta secara umum stagnan.
AdSmith menekankan bahwa "cerita fundamentalnya tidak berubah—pasar tenaga kerja masih lemah dan tekanan upah cukup terbatas." Menurutnya, kondisi ini "menunjukkan sedikit dorongan bagi Bank of England untuk menaikkan suku bunga tahun ini." Fokus pasar selanjutnya akan beralih ke rilis data Indeks Harga Konsumen (IHK) Inggris untuk bulan Juli yang akan dirilis pada hari Rabu.
Implikasi untuk Euro dan Data Mendatang
Untuk euro, reli pasangan EUR/USD terhenti di atas level 1,16 karena para pedagang bersikap hati-hati di tengah tingginya harga gas alam dan antisipasi risalah rapat Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) yang akan dirilis pada hari Kamis dini hari waktu Asia. ING memproyeksikan EUR/USD akan diperdagangkan dalam rentang 1,1520 hingga 1,1580.
Para pedagang kini juga mencermati serangkaian data ekonomi AS yang akan dirilis, termasuk Indeks Harga Produsen (IHP) bulan Juli, data pekerjaan mingguan ADP, serta data produksi industri dan perumahan. Risalah rapat FOMC akan menjadi sorotan utama untuk mendapatkan petunjuk lebih lanjut mengenai arah kebijakan moneter The Fed.