Story

Harga Minyak Melonjak, Brent Tembus $90 di Tengah Eskalasi Konflik AS-Iran

ENTHMSVIIDZHZH-TWJAKOHI
Jul 20, 20261 min read
Harga Minyak Melonjak, Brent Tembus $90 di Tengah Eskalasi Konflik AS-Iran
Text size
Background

Harga minyak mentah melonjak tajam pada awal perdagangan Asia hari Senin, dengan patokan global Brent melampaui $90 per barel untuk pertama kalinya dalam lebih dari lima minggu. Kenaikan signifikan ini dipicu oleh eskalasi konflik militer antara Amerika Serikat dan Iran selama akhir pekan, yang menghidupkan kembali kekhawatiran pasar akan gangguan pasokan yang lebih luas di Timur Tengah.

Rincian Kenaikan Harga

Menurut data pasar yang dilaporkan oleh Investing.com hingga pukul 23:51 GMT, pergerakan harga komoditas utama menunjukkan sentimen risiko yang tinggi di kalangan investor.

  • Kontrak berjangka minyak mentah Brent melonjak 3% dan mencapai level tertinggi dalam lima minggu di $90,75 per barel.
  • Sementara itu, kontrak berjangka minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) yang menjadi patokan AS, naik 2,5% menjadi $83,85 per barel.

Pemicu Utama: Eskalasi Militer

Lonjakan harga terjadi setelah AS dan Iran saling melancarkan serangkaian serangan selama akhir pekan. Komando Pusat AS (CENTCOM) mengonfirmasi telah melancarkan serangan tambahan terhadap Iran pada Minggu malam, menandai eskalasi permusuhan terburuk sejak gencatan senjata bulan April.

Sample IUX Markets – In-articleAd

Tindakan militer AS ini merupakan balasan atas serangan Iran terhadap pangkalan AS di Yordania yang menewaskan sedikitnya dua tentara AS dan melukai banyak lainnya. Dengan perkembangan ini, pembicaraan damai antara kedua negara kini tampaknya telah sepenuhnya runtuh.

Dampak Terhadap Pasokan dan Pasar

Fokus konflik tetap berada di sekitar Selat Hormuz, jalur pelayaran minyak yang vital secara global. CENTCOM menyatakan serangan mereka bertujuan untuk terus melemahkan kemampuan militer Iran yang digunakan untuk menyerang kapal-kapal di area tersebut.

Akibatnya, aktivitas pelayaran melalui Selat Hormuz masih sangat terganggu dan berada pada level yang jauh lebih rendah dari sebelum konflik. Situasi ini memaksa pasar untuk memperhitungkan premi risiko (risk premium) yang lebih tinggi ke dalam harga minyak, mencerminkan kekhawatiran akan perang yang lebih luas dan gangguan pasokan yang berkelanjutan.

Back to latest news

LATEST