Story
Harga Minyak Melonjak, Brent Uji Level $110 di Tengah Meningkatnya Risiko Pasokan Timur Tengah

Summary
Harga minyak mentah Brent mendekati level tertinggi dalam empat bulan karena meningkatnya ketegangan di Timur Tengah, termasuk serangan terhadap kapal tanker, yang memicu kekhawatiran gangguan pasokan.
Harga minyak melanjutkan kenaikannya pada hari Jumat, dengan minyak mentah Brent mendekati level tertinggi dalam empat bulan terakhir, dipicu oleh meningkatnya serangan terhadap kapal di Timur Tengah yang mengindikasikan potensi gangguan pasokan berkelanjutan.
Menurut data pasar pada pukul 20:32 ET (00:32 GMT), kontrak berjangka minyak Brent melonjak 0,6% menjadi $108,21 per barel, setelah sebelumnya sempat menyentuh $109,97. Sementara itu, kontrak berjangka minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) naik 0,55% menjadi $103,08 per barel.
Eskalasi Konflik Memicu Kenaikan
Kenaikan harga minyak pekan ini didorong oleh eskalasi konflik antara Amerika Serikat dan Iran. Brent melampaui $100 per barel setelah Iran menyatakan telah menyerang 10 kapal di dekat Selat Hormuz. Amerika Serikat kemudian merespons dengan menyatakan telah menenggelamkan lima kapal tanker Iran.
Insiden ini menandai salah satu pertempuran terburuk antara kedua negara dalam beberapa bulan terakhir, menunjukkan sedikit tanda de-eskalasi. Akibatnya, minyak mentah membukukan kenaikan mingguan yang signifikan:
- Minyak Brent: Naik 12,4% sepanjang pekan, keuntungan terbaik sejak awal Juli.
- Minyak WTI: Naik 12,7% dalam periode yang sama.
AdAncaman Baru di Selat Bab el-Mandeb
Kekhawatiran pasar diperparah oleh laporan bahwa kelompok Houthi yang didukung Iran di Yaman telah menguasai kota pelabuhan Mocha. Langkah ini memberi mereka pengaruh yang lebih besar atas Selat Bab el-Mandeb, sebuah jalur pelayaran vital lainnya.
Kelompok Houthi dilaporkan telah menyerang kapal-kapal di Bab el-Mandeb dan melancarkan serangan terhadap infrastruktur energi Arab Saudi. Serangan ini berpotensi memotong rute pasokan minyak utama kedua di Timur Tengah setelah Selat Hormuz.
Implikasi bagi Pasar Minyak
Eskalasi ini memaksa para pedagang untuk memasukkan premi risiko yang jauh lebih besar ke dalam harga minyak mentah. Potensi gangguan serentak di dua titik strategis utama—Selat Hormuz dan Bab el-Mandeb—menciptakan ketidakpastian pasokan yang signifikan, yang tercermin dalam reli harga saat ini ke level tertinggi sejak awal Mei.