Story
Polisi Brasil Targetkan Eksekutif Komunikasi Terkait Skandal Banco Master

Polisi Federal Brasil telah melancarkan operasi yang menargetkan eksekutif Thiago Miranda, yang disewa oleh bankir Daniel Vorcaro untuk menjalankan kampanye komunikasi membela Banco Master yang kini sudah tidak beroperasi. Langkah ini menandai eskalasi terbaru dalam penyelidikan yang telah mengguncang sektor keuangan negara tersebut.
Detail Operasi
Berdasarkan putusan pengadilan yang dirilis pada hari Kamis, operasi ini merupakan bagian dari penyelidikan "Master" yang lebih luas. Hakim Agung Andre Mendonca mengizinkan penyitaan perangkat elektronik seperti komputer dan ponsel, serta dokumen, catatan akuntansi, dan uang tunai dari beberapa alamat yang terkait dengan Miranda.
Sebelumnya, Miranda berstatus sebagai saksi dalam penyelidikan ini dan telah memberikan informasi kepada pihak berwenang. Namun, pertukaran pesan antara Miranda dan bankir Vorcaro membuat para penyelidik menyimpulkan bahwa Miranda bertanggung jawab atas pengumpulan informasi mengenai beberapa target Vorcaro.
Konteks Skandal Banco Master
Penyelidikan ini berpusat pada runtuhnya Banco Master, yang dilikuidasi oleh bank sentral Brasil tahun lalu karena krisis likuiditas. Pendirinya, Daniel Vorcaro, ditangkap pada bulan Maret, dan kejatuhannya telah mengungkap jaringan pengaruh yang lebih luas dan merusak kepercayaan terhadap pejabat publik.
AdKecurigaan polisi yang mendorong operasi terbaru ini mencakup beberapa tuduhan serius, menurut putusan pengadilan. Di antaranya adalah dugaan serangan terhadap bank sentral Brasil dan persiapan dokumen (dossier) tentang Milton Maluhy Filho, CEO dari bank terkemuka Itau Unibanco.
Tuduhan Spesifik
Para penyelidik menemukan bukti yang menunjukkan bahwa Miranda mungkin terlibat dalam serangkaian tindakan ilegal untuk membela Banco Master. Tuduhan spesifik meliputi:
- Merekrut *influencer* untuk membela Master dan mengkritik bank sentral.
- Upaya untuk mengintimidasi jurnalis.
- Melakukan pemantauan terhadap individu secara tidak sah.
Reuters melaporkan bahwa Miranda tidak dapat dihubungi untuk memberikan komentar, dan perwakilan hukumnya tidak dapat diidentifikasi. Itau Unibanco menolak berkomentar mengenai masalah ini.