Story
Saham Bombardier Anjlok Usai Trump Ancam Akses Pasar AS

Saham Bombardier Inc. anjlok pada perdagangan Selasa setelah mantan Presiden AS Donald Trump mengancam akan menghalangi akses produsen jet pribadi asal Kanada tersebut ke pasar Amerika Serikat, yang menyumbang sekitar setengah dari total penjualannya.
Ancaman di Tengah Sengketa Dagang
Ancaman Trump, yang disampaikan melalui sebuah unggahan di media sosial pada hari Senin, muncul di tengah eskalasi sengketa dagang antara Washington dan Ottawa. Menurut laporan Reuters, Kanada baru-baru ini memberlakukan tarif balasan terhadap barang-barang AS senilai $20 miliar.
Reaksi pasar baru terlihat pada hari Selasa karena Bursa Efek Toronto, tempat saham Bombardier diperdagangkan, tutup pada hari Senin. Saham Bombardier sempat dibuka anjlok 6,4% sebelum memangkas sebagian kerugian menjadi turun sekitar 3% pada perdagangan pagi.
Dampak dan Ketidakpastian bagi Investor
Pasar AS merupakan sumber pendapatan krusial bagi Bombardier. Ancaman pemblokiran akses ini menimbulkan ketidakpastian signifikan bagi investor, meskipun belum jelas mekanisme yang dapat digunakan Trump untuk melarang pengiriman jet Bombardier yang telah disetujui oleh Federal Aviation Administration (FAA) AS.
AdHingga saat ini, sektor kedirgantaraan relatif tidak terlalu terdampak oleh perang tarif yang lebih luas yang telah membebani sektor-sektor lain. Pihak Gedung Putih belum memberikan komentar segera terkait ancaman tersebut.
Jejak Ekonomi Bombardier di AS
Bombardier memiliki jejak ekonomi yang cukup besar di Amerika Serikat, yang dapat memicu penolakan dari dalam negeri terhadap ancaman tersebut. Kehadiran perusahaan di AS meliputi:
- Tenaga kerja sebanyak 3.500 orang.
- Jaringan rantai pasokan dengan 2.800 pemasok di seluruh negeri.
- Fasilitas produksi suku cadang di negara bagian yang secara tradisional mendukung Partai Republik, seperti Texas.
- Unit pertahanan yang berbasis di Wichita, Kansas.
Anggota Kongres dari Partai Republik, Ron Estes, yang mewakili distrik Kansas, menyatakan penolakannya terhadap tarif di sektor kedirgantaraan. Dalam sebuah pernyataan di media sosial X, ia membela kontribusi Bombardier terhadap negaranya, dengan menyatakan bahwa perusahaan tersebut "mendukung rantai pasokan Amerika yang luas... dan dipercaya oleh militer kita untuk misi keamanan nasional yang krusial."