Story
Boeing Kaji Peningkatan Produksi 737 MAX, Prioritaskan Stabilitas di Farnborough

Summary
Boeing sedang mempelajari peningkatan produksi lebih lanjut untuk jet 737 MAX setelah mencapai target 47 unit per bulan, dengan fokus pada stabilitas dan kualitas daripada mengumumkan pesanan baru di Pameran Dirgantara Farnborough.
Boeing sedang mengkaji tahap peningkatan produksi berikutnya untuk pesawat terlarisnya, 737 MAX, setelah regulator menyetujui laju produksi saat ini. Dalam Pameran Dirgantara Farnborough yang akan datang, perusahaan akan memprioritaskan stabilisasi manufaktur dan dialog dengan pemasok daripada mengumumkan kesepakatan penjualan baru.
Rencana Peningkatan Produksi
CEO Boeing Commercial Airplanes, Stephanie Pope, menyatakan bahwa perusahaan sedang fokus untuk menstabilkan lini produksi pada tingkat 47 jet per bulan, sebuah target yang disetujui oleh Administrasi Penerbangan Federal (FAA) AS pada bulan Mei. Setelah stabilitas tercapai, target berikutnya adalah menaikkan produksi menjadi 52 unit per bulan.
"Kami menggunakan sistem manajemen keselamatan dan penilaian risiko keselamatan kami untuk menentukan kapan kami stabil dan siap untuk beralih ke tingkat berikutnya," kata Pope kepada wartawan pada hari Minggu menjelang pameran dirgantara. Peningkatan ini dilakukan secara bertahap untuk memastikan kualitas dan keamanan tetap terjaga.
Pergeseran Fokus di Farnborough
Berbeda dari pameran sebelumnya yang sering kali menjadi ajang pengumuman pesanan bernilai miliaran dolar, Pope menegaskan bahwa fokus Boeing kali ini bukanlah pada "pengumuman pesanan." Sebaliknya, prioritas perusahaan adalah "mendengarkan" pelanggan dan pemasok di acara industri internasional tersebut.
AdMenurut Pope, permintaan terhadap pesawat Boeing tetap kuat dan bukan menjadi masalah utama. "Tunggakan pesanan kami sangat kuat. Jika kami mengumumkan beberapa pesanan di sepanjang acara, kami akan merayakannya bersama pelanggan kami berdasarkan keinginan mereka," tambahnya. Fokus utama adalah memahami tantangan yang dihadapi mitra dan memberikan informasi terbaru tentang produk Boeing.
Konteks Pengawasan Regulasi
Pergeseran strategi ini terjadi di tengah pengawasan ketat dari regulator. FAA memberlakukan pembatasan produksi yang belum pernah terjadi sebelumnya terhadap Boeing setelah insiden darurat di udara pada tahun 2024. Insiden tersebut mengungkap adanya kelemahan signifikan dalam kualitas dan keselamatan produksi di perusahaan.
Oleh karena itu, penekanan Boeing pada stabilisasi produksi sebelum mengejar volume yang lebih tinggi merupakan langkah penting untuk membangun kembali kepercayaan dengan regulator, maskapai penerbangan, dan publik. Bagi investor, pendekatan yang hati-hati ini dapat menandakan jalan yang lebih berkelanjutan menuju pemulihan operasional, meskipun mungkin menunda peningkatan pendapatan jangka pendek dari laju produksi yang lebih agresif.