Story
Bitcoin Naik 2%, Sempat Tembus $62.000 Setelah Data Pekerjaan AS Melemah

Summary
Harga Bitcoin menguat pada hari Kamis, sempat melampaui $62.000, setelah rilis data pekerjaan AS yang lebih lemah dari perkiraan meredakan kekhawatiran pasar terhadap kenaikan suku bunga Federal Reserve.
Harga Bitcoin mengalami kenaikan pada hari Kamis, sempat menembus level $62.000 sebelum stabil di sekitar $61.416,6, atau naik sekitar 2,2%. Penguatan ini terjadi setelah investor merespons data penggajian (payrolls) Amerika Serikat yang lebih lemah dari perkiraan, yang mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga oleh Federal Reserve.
Laporan terbaru menunjukkan pertumbuhan pekerjaan di AS melambat secara signifikan. Pengusaha hanya menambahkan 57.000 pekerjaan pada bulan Juni, jauh di bawah perkiraan para ekonom sebesar 115.000. Angka ini juga menurun dari revisi 129.000 pekerjaan yang ditambahkan pada bulan Mei.
Data pekerjaan yang lebih lunak ini mengurangi tekanan pada The Fed untuk menaikkan suku bunga acuan. Biaya pinjaman yang lebih rendah umumnya dipandang positif untuk aset spekulatif seperti mata uang kripto. Setelah rilis data tersebut, para pedagang di pasar berjangka mulai mengurangi kemungkinan kenaikan suku bunga pada bulan September.
AdMeskipun mengalami kenaikan harian, pasar kripto secara umum masih berada di bawah tekanan. Bitcoin tercatat mengalami penurunan lebih dari 30% dalam enam bulan pertama tahun 2026, didorong oleh arus keluar yang persisten dari produk ETF spot di AS dan melemahnya selera risiko di kalangan investor.
Seiring dengan Bitcoin, sebagian besar mata uang kripto alternatif (altcoin) juga menguat setelah data pekerjaan AS dirilis. Ethereum, mata uang kripto terbesar kedua, naik 5,1%, sementara XRP, Solana, dan Cardano juga mencatatkan kenaikan masing-masing sebesar 2,3%, 4,7%, dan 5%.