Story
Harga Bitcoin Turun ke $77.197 di Tengah Ketegangan Geopolitik dan Antisipasi Data Inflasi AS

Summary
Bitcoin mengalami koreksi, tertekan oleh sentimen penghindaran risiko (risk-off) akibat meningkatnya ketegangan militer AS-Iran dan kehati-hatian investor menjelang rilis data inflasi konsumen AS.
Harga Bitcoin turun pada hari Jumat karena investor beralih dari aset berisiko di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik dan kewaspadaan menjelang rilis data inflasi utama Amerika Serikat. Mata uang kripto terbesar di dunia ini melemah 1,7% ke level $77.197,6 dan mencatatkan penurunan mingguan sebesar 3%, menghentikan tren kenaikan selama tiga minggu berturut-turut.
Sentimen Risk-Off Tekan Aset Kripto
Penurunan Bitcoin merupakan bagian dari pergerakan *risk-off* yang lebih luas di pasar keuangan, dipicu oleh kekhawatiran atas memburuknya ketegangan militer antara AS dan Iran. Eskalasi konflik ini turut mendorong lonjakan harga minyak, yang menurut laporan Investing.com, telah naik lebih dari 11% dalam sepekan.
Kenaikan tajam harga minyak meningkatkan kekhawatiran akan inflasi yang didorong oleh energi. Kondisi ini dapat mendorong bank sentral utama, termasuk Federal Reserve AS dan Bank of Japan yang akan bertemu pekan depan, untuk menaikkan suku bunga. Ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed semakin diperkuat oleh data inflasi indeks harga produsen (PPI) AS yang dirilis lebih tinggi dari perkiraan pada pekan ini.
Pasar Menanti Data Inflasi Konsumen
AdInvestor di pasar kripto juga bersikap waspada menjelang rilis data Indeks Harga Konsumen (CPI) AS pada hari Jumat. Data ini menjadi acuan penting bagi kebijakan moneter The Fed. Angka inflasi yang lebih panas dari perkiraan kemungkinan besar akan memperkuat ekspektasi pasar terhadap kenaikan suku bunga, sebuah skenario yang secara historis menjadi sentimen negatif bagi pasar kripto.
Tekanan jual tidak hanya terjadi pada Bitcoin, tetapi juga pada pasar altcoin yang lebih luas.
- Ether (ETH) turun 0,5% ke $2.468,17
- XRP turun 2,7%
- Solana (SOL) dan Cardano (ADA) turun lebih dari 2%
- BNB melemah 0,7%
Selain itu, kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS (U.S. Treasury yields) selama sepekan ini juga memberikan tekanan tambahan pada pasar aset digital.