Story
Bitcoin Turun di Bawah $62.200 di Tengah Ketegangan AS-Iran yang Memicu Penghindaran Risiko

Summary
Harga Bitcoin turun lebih dari 2% karena meningkatnya konflik antara Amerika Serikat dan Iran memukul selera risiko investor, sementara risalah rapat The Fed menambah ketidakpastian kebijakan moneter.
Harga Bitcoin anjlok lebih dari 2% pada hari Rabu, diperdagangkan di level $62.115,3, karena eskalasi ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran secara signifikan mengurangi sentimen risiko di pasar. Investor juga mencerna risalah rapat Federal Reserve bulan Juni yang menunjukkan ketidakpastian yang tinggi mengenai arah kebijakan suku bunga.
Eskalasi Geopolitik Memicu Aksi Jual
Sentimen pasar memburuk setelah militer AS melancarkan serangan terhadap Iran pada hari Selasa sebagai balasan atas serangan terhadap tiga kapal tanker minyak komersial. Menurut laporan, Iran merespons dengan serangan balasan, dan Presiden Donald Trump menyatakan bahwa gencatan senjata antara kedua negara kini "berakhir".
Perkembangan ini memicu pergeseran investor dari aset berisiko ke aset yang dianggap lebih aman. Sebagai dampaknya:
- Harga minyak melonjak, dengan minyak mentah Brent sempat melampaui $80 per barel untuk pertama kalinya sejak 22 Juni.
- AS mencabut lisensi umum yang mengizinkan produksi dan penjualan minyak Iran.
Ancaman eskalasi lebih lanjut, termasuk potensi blokade laut oleh AS terhadap pelabuhan Iran, semakin menekan selera investor terhadap aset spekulatif seperti mata uang kripto.
Risalah The Fed Tunjukkan Ketidakpastian
AdDi luar Timur Tengah, risalah rapat The Fed pada 16-17 Juni menunjukkan bahwa para pembuat kebijakan moneter terbagi rata mengenai prospek suku bunga. Dokumen tersebut mengungkapkan adanya ketidakpastian yang tinggi, dengan beberapa pejabat bahkan mengusulkan kenaikan suku bunga saat itu juga untuk menekan inflasi.
Lingkungan suku bunga yang lebih tinggi cenderung membebani aset spekulatif seperti Bitcoin karena meningkatkan biaya peluang untuk memegang aset yang tidak memberikan imbal hasil. Para pejabat The Fed mencatat bahwa inflasi tetap tinggi, sebagian karena guncangan pasokan energi yang berasal dari konflik di Timur Tengah.
Dampak pada Pasar Kripto
Meskipun terjadi penurunan harga, permintaan institusional untuk Bitcoin menunjukkan ketahanan. Menurut data SoSoValue, ETF Bitcoin spot yang terdaftar di AS mencatat arus masuk bersih selama tiga hari berturut-turut pada hari Selasa. Arus masuk ini membantu membalikkan tren penarikan dana baru-baru ini, meskipun aliran dana mingguan secara keseluruhan masih negatif.
Pasar altcoin secara umum mengikuti penurunan Bitcoin. Ethereum, mata uang kripto terbesar kedua, turun 2,1% menjadi $1.735,98. Aset lain seperti XRP, Solana, dan Cardano juga mencatat penurunan masing-masing sebesar 2,2% dan 4,5%.