Story

Bitcoin Turun 2% di Tengah Eskalasi Tensi AS-Iran dan Sinyal The Fed

ENTHMSVIIDZHZH-TWJAKOHI
Jul 11, 20262 min read
Bitcoin Turun 2% di Tengah Eskalasi Tensi AS-Iran dan Sinyal The Fed

Summary

Harga Bitcoin terkoreksi karena sentimen penghindaran risiko meningkat akibat konflik AS-Iran, sementara risalah rapat Federal Reserve mengisyaratkan ketidakpastian kebijakan suku bunga.

Text size
Background

Harga Bitcoin turun lebih dari 2% pada hari Rabu, tertekan oleh meningkatnya sentimen penghindaran risiko di kalangan investor menyusul eskalasi ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran. Pasar juga mencermati risalah rapat Federal Reserve yang menunjukkan ketidakpastian mengenai arah kebijakan moneter ke depan.

Mata uang kripto terbesar di dunia ini terakhir diperdagangkan turun 2,1% di level $62.115,3, menurut data Investing.com, setelah sempat mencapai level di atas $64.600 di awal pekan.

Eskalasi Geopolitik Memicu Penghindaran Risiko

Sentimen pasar memburuk setelah AS dan Iran saling melancarkan serangan. Militer AS pada hari Selasa menyerang Iran sebagai balasan atas serangan terhadap tiga kapal tanker minyak komersial di Selat Hormuz. Iran kemudian merespons dengan serangan balasan.

Presiden Donald Trump menyatakan bahwa gencatan senjata antara kedua negara kini "berakhir" dan memperingatkan kemungkinan pemberlakuan kembali blokade laut terhadap pelabuhan Iran. Eskalasi ini secara langsung mendorong harga minyak mentah Brent, patokan global, sempat melampaui $80 per barel untuk pertama kalinya sejak akhir Juni. Peningkatan ketidakpastian ini mendorong investor untuk beralih dari aset berisiko seperti mata uang kripto.

Risalah The Fed Tunjukkan Ketidakpastian Suku Bunga

Sample IUX Markets – In-articleAd

Di luar faktor geopolitik, risalah rapat The Fed bulan Juni yang dirilis pada hari Rabu menunjukkan adanya ketidakpastian yang tinggi dan perdebatan yang terbagi rata di antara para pembuat kebijakan mengenai prospek suku bunga. Beberapa peserta bahkan mengemukakan argumen untuk menaikkan suku bunga saat itu juga.

Risalah tersebut mencatat bahwa inflasi tetap tinggi, sebagian didorong oleh guncangan pasokan energi akibat konflik di Timur Tengah. Lingkungan suku bunga yang lebih tinggi cenderung membebani aset spekulatif seperti Bitcoin karena meningkatkan biaya peluang untuk memegang aset yang tidak memberikan imbal hasil.

Dinamika Pasar Kripto

Penurunan Bitcoin juga diikuti oleh sebagian besar altcoin. Ethereum, mata uang kripto terbesar kedua, turun 2,1% menjadi $1.735,98, sementara XRP, Solana, dan Cardano juga mencatat penurunan signifikan.

Meski terjadi penurunan harga, permintaan institusional terhadap Bitcoin menunjukkan ketahanan. Data dari SoSoValue menunjukkan bahwa produk Exchange-Traded Fund (ETF) Bitcoin spot yang terdaftar di AS mencatat arus masuk bersih selama tiga hari berturut-turut hingga Selasa. Arus masuk ini membantu membalikkan tren penarikan dana yang terjadi sebelumnya, meskipun aliran dana mingguan secara keseluruhan masih negatif.

Back to latest news

LATEST