Story
Bitcoin Melemah di Tengah Serangan AS ke Iran dan Aksi Jual Saham Teknologi

Summary
Harga Bitcoin turun pada hari Selasa karena sentimen risiko investor tertekan oleh serangan balasan AS terhadap Iran dan aksi jual di sektor teknologi. Penurunan ini terjadi meskipun ada aliran dana masuk ke ETF Bitcoin spot yang terdaftar di AS.
Harga Bitcoin (BTC) melanjutkan pelemahan pada sesi perdagangan yang bergejolak hari Selasa, diperdagangkan di level $63.305. Pelemahan ini dipicu oleh menurunnya sentimen risiko di kalangan investor setelah Amerika Serikat melancarkan serangan balasan terhadap Iran, serta aksi jual yang melanda saham-saham teknologi.
Ketegangan geopolitik meningkat setelah militer AS melancarkan serangan terhadap Iran sebagai respons atas laporan serangan terhadap tiga kapal tanker minyak di sekitar Selat Hormuz. Komando Pusat AS (CENTCOM) menyatakan serangan tersebut merupakan tanggapan atas "agresi Iran yang tidak beralasan". Insiden ini mendorong harga minyak melonjak lebih dari 5% dan membuat investor beralih dari aset berisiko seperti mata uang kripto.
Tekanan tambahan datang dari pasar saham, di mana aksi jual di sektor teknologi membebani sentimen secara keseluruhan. Penurunan ini dipicu oleh panduan keuangan dari Samsung Electronics yang, meskipun memproyeksikan rekor laba, menimbulkan kekhawatiran di kalangan investor bahwa valuasi saham terkait kecerdasan buatan (AI) mungkin sudah terlalu tinggi.
AdNamun, di tengah pelemahan harga, permintaan institusional menunjukkan tanda-tanda pemulihan. Data menunjukkan produk exchange-traded fund (ETF) Bitcoin spot yang terdaftar di AS mencatat arus masuk bersih sebesar $265,7 juta pada hari Senin. Ini menandai pembalikan tren setelah terjadi arus keluar yang signifikan pada akhir Juni.
Pelemahan Bitcoin juga diikuti oleh pasar altcoin. Ethereum (ETH), mata uang kripto terbesar kedua, turun sekitar 1,8%. Aset kripto lainnya seperti XRP, Solana (SOL), dan Cardano (ADA) juga mencatat kerugian, menunjukkan sentimen negatif yang lebih luas di seluruh pasar aset digital.