Story
Bitcoin Bertahan di Atas $64.000, Abaikan Ketegangan Geopolitik di Selat Hormuz

Summary
Harga Bitcoin menunjukkan ketahanan dengan diperdagangkan stabil di atas $64.000, karena investor tampaknya tidak terpengaruh oleh meningkatnya ketegangan geopolitik setelah adanya jaminan dari Washington mengenai Selat Hormuz.
Harga Bitcoin diperdagangkan sedikit berubah di atas $64.000 pada akhir pekan, menunjukkan ketahanan terhadap ketidakpastian geopolitik. Stabilitas ini terjadi setelah Washington menegaskan kembali bahwa pelayaran melalui Selat Hormuz tetap tidak terganggu, meredakan kekhawatiran pasar.
Dengan pasar keuangan tradisional yang tutup, Bitcoin secara efektif menjadi satu-satunya aset likuid utama yang tersedia untuk menilai perkembangan geopolitik. Menurut data dari Investing.com, mata uang kripto terbesar di dunia ini diperdagangkan naik tipis 0,02% di level $64.188 pada Minggu (12/07) pukul 12:09 ET.
Pasar Kripto Tetap Tenang
Tidak seperti eskalasi ketegangan di Timur Tengah sebelumnya, pasar aset digital menunjukkan sedikit tanda-tanda kepanikan. Reaksi pasar yang tenang ini sebagian besar disebabkan oleh pernyataan dari Presiden Donald Trump dan CENTCOM AS yang mengonfirmasi bahwa rute pelayaran penting tersebut tetap terbuka, bertentangan dengan klaim dari Iran.
Kini, para investor mengalihkan perhatian mereka pada pembukaan kembali pasar minyak untuk melihat apakah harga minyak mentah akan merefleksikan ketegangan terbaru. Sementara itu, sebagian besar pasar altcoin diperdagangkan lebih rendah, dengan Ethereum (ETH) turun 0,16%, XRP anjlok 1,13%, dan Solana (SOL) melemah 1,41%.
AdFokus Beralih ke Regulasi dan Perkembangan Internal
Di luar sentimen geopolitik, perhatian juga tertuju pada perkembangan regulasi di Washington. Senator Cynthia Lummis kembali menyerukan Kongres untuk mengesahkan CLARITY Act, sebuah rancangan undang-undang yang bertujuan untuk memperjelas tanggung jawab pengawasan antara Securities and Exchange Commission (SEC) dan Commodity Futures Trading Commission (CFTC).
Secara terpisah, komunitas pengembang Bitcoin tetap terpecah mengenai proposal BIP-110, yang akan membatasi sementara data non-finansial di blockchain. Proposal ini menghadapi dukungan yang sangat rendah, dengan dukungan penambang tetap di bawah 1%, dan tokoh-tokoh terkemuka seperti Michael Saylor telah memperingatkan potensi risiko jangka panjang dari perubahan aturan konsensus tersebut.