Story
Bitcoin Bertahan di Atas $64.000 di Tengah Fokus pada Kebijakan Kripto AS

Bitcoin (BTC) mempertahankan posisinya di atas $64.000 pada akhir pekan, melanjutkan pemulihan setelah sempat tergelincir di awal pekan. Stabilitas harga ini ditopang oleh perkembangan regulasi baru di Amerika Serikat dan sinyal adopsi institusional yang terus menguat, yang menjadi fokus utama para investor.
Menurut data Investing.com, mata uang kripto terbesar di dunia ini diperdagangkan pada $64.197,6 pada Sabtu (13:15 ET), naik 0,60% dalam 24 jam. Harga sempat menyentuh level tertinggi harian di $64.489,8.
Perkembangan Regulasi di AS Mendorong Sentimen
Salah satu perkembangan kebijakan utama datang dari larangan penerbitan mata uang digital bank sentral (CBDC) AS selama empat tahun. Aturan ini termuat dalam sebuah RUU perumahan yang secara otomatis menjadi undang-undang setelah Presiden Donald Trump tidak menandatangani maupun memvetonya.
Larangan ini mencegah Federal Reserve menerbitkan dolar digital hingga akhir tahun 2030. Bagi industri kripto, langkah ini dinilai positif karena menghilangkan potensi pesaing utama bagi *stablecoin* yang diterbitkan oleh pihak swasta.
Adopsi Institusional Semakin Kokoh
AdSentimen positif juga didorong oleh kemajuan dalam adopsi institusional. Circle, penerbit *stablecoin* USDC, dilaporkan telah menerima persetujuan akhir dari Office of the Comptroller of the Currency (OCC) untuk mendirikan bank perwalian nasional yang diawasi secara federal.
Persetujuan ini memungkinkan Circle untuk menyediakan layanan kustodian aset digital di bawah pengawasan langsung pemerintah federal AS. Langkah ini dipandang sebagai tonggak penting yang menandai integrasi sektor kripto ke dalam sistem keuangan tradisional.
Prospek Pasar dan Ekspektasi Investor
Di tengah fundamental yang membaik, beberapa analis menyarankan investor untuk memiliki ekspektasi yang lebih moderat untuk siklus *bullish* Bitcoin berikutnya. Meskipun prediksi harga mencapai $300.000 hingga $500.000 pada tahun 2029 masih beredar, data historis menunjukkan keuntungan yang semakin mengecil di setiap siklus *halving* seiring dengan matangnya aset tersebut.
Analis mencatat bahwa meningkatnya kepemilikan institusional, adopsi ETF, dan pasar derivatif yang lebih dalam menjadikan Bitcoin sebagai aset yang lebih besar dan likuid. Hal ini berpotensi menghasilkan imbal hasil yang lebih berkelanjutan, namun tidak sedramatis siklus-siklus sebelumnya.