Story
Bitcoin Turun Hampir 4% karena Senat AS Menolak RUU Kripto yang Bersejarah

Summary
Harga Bitcoin turun setelah Senat AS gagal meloloskan Clarity Act, sebuah undang-undang penting untuk regulasi aset digital. Kecemasan pasar yang lebih luas, yang dipicu oleh kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah dan harga minyak menjelang keputusan Federal Reserve, juga berkontribusi pada penurunan tersebut.
Bitcoin melanjutkan penurunan pada hari Selasa, jatuh hampir 4% setelah rancangan undang-undang penting yang bertujuan untuk menetapkan kerangka peraturan untuk aset digital gagal lolos dalam pemungutan suara penting di Senat AS. Penurunan tersebut diperparah oleh tekanan pasar yang lebih luas dari lonjakan imbal hasil obligasi pemerintah dan harga minyak menjelang keputusan suku bunga Federal Reserve yang diperkirakan akan segera diumumkan.
Pada perdagangan akhir Selasa, mata uang kripto terbesar di dunia telah turun 3,8% menjadi $75.748,2, menurut data Investing.com.
Senat Menolak RUU Klarifikasi dalam Pemungutan Suara Tipis
RUU Klarifikasi, rancangan undang-undang penting yang dirancang untuk menciptakan struktur peraturan yang komprehensif untuk mata uang kripto, dikalahkan dalam pemungutan suara 49-50, kurang dari 60 suara yang dibutuhkan untuk pengesahan. Legislasi tersebut sebelumnya telah lolos dari Komite Perbankan Senat tetapi terhenti di tengah ketidaksepakatan mengenai ketentuan-ketentuannya.
Poin-poin utama yang menjadi perdebatan termasuk perlakuan terhadap pembayaran imbal hasil pada stablecoin dan usulan pembagian wewenang pengaturan antara Komisi Sekuritas dan Bursa (SEC) dan Komisi Perdagangan Berjangka Komoditas (CFTC). Senator Cynthia Lummis (R-Wyo.), pendukung utama RUU tersebut, menyatakan kekecewaannya setelah pemungutan suara, dengan menyatakan di media sosial bahwa Demokrat Senat "tidak pernah benar-benar serius dalam melindungi konsumen."
Respons Industri dan Dampak Pasar
Meskipun kemunduran legislatif tersebut membebani harga, beberapa pihak di industri kripto menawarkan respons yang lebih terukur. Penyedia infrastruktur blockchain tZERO menyatakan bahwa pemungutan suara tersebut tidak mengubah "lintasan" jangka panjang menuju pasar aset digital yang teregulasi, dengan mencatat bahwa "jalur lain tetap terbuka." Demikian pula, pemegang Bitcoin dari perusahaan terkemuka memposting di media sosial bahwa status hukum mata uang kripto di AS tidak bergantung pada pengesahan RUU tersebut.
AdSentimen negatif menyebar di seluruh pasar aset digital, dengan altcoin utama juga mencatat kerugian signifikan:
- Ether (ETH) turun 5,7% menjadi $2.401,82.
- XRP turun 10,9%.
- Solana (SOL) dan Cardano (ADA) masing-masing turun 6,1% dan 7,2%.
Tekanan Pasar yang Lebih Luas Membebani Kripto
Penurunan pasar kripto juga mencerminkan kecemasan yang lebih luas di pasar keuangan. Imbal hasil obligasi Treasury AS 10 tahun naik menjadi 5,006%, level tertinggi sejak 2007, membuat aset spekulatif tanpa imbal hasil seperti Bitcoin kurang menarik bagi investor.
Pergerakan di pasar obligasi ini terjadi karena para pedagang mengantisipasi sikap hawkish dari Federal Reserve. Alat CME FedWatch menunjukkan probabilitas 94% kenaikan suku bunga 25 basis poin pada akhir pertemuan bank sentral pada hari Rabu. Kenaikan harga minyak, dengan harga minyak mentah Brent mencapai $108,51 per barel, semakin memicu kekhawatiran inflasi dan ekspektasi kebijakan moneter yang lebih ketat.