Story
Poundsterling Inggris Melemah karena Data Ketenagakerjaan Inggris yang Lemah Bertepatan dengan Penguatan Dolar.

Summary
Poundsterling Inggris melemah terhadap dolar AS yang secara umum menguat pada hari Selasa setelah laporan pekerjaan Inggris yang mengecewakan memicu ekspektasi bahwa Bank of England akan mempertahankan suku bunga. Pergerakan ini terjadi ketika pasar mata uang bersiap untuk keputusan kebijakan penting dari Federal Reserve AS.
Poundsterling Inggris melanjutkan pelemahannya pada hari Selasa, tertekan oleh laporan pekerjaan domestik yang lemah dan reli berkelanjutan pada dolar AS menjelang pertemuan bank sentral penting. Pasangan mata uang GBP/USD turun ke 1,3470, penurunan sebesar 0,23%, karena investor mempertimbangkan sinyal ekonomi yang berbeda dari Inggris dan Amerika Serikat.
Pasar Tenaga Kerja Inggris Menunjukkan Tanda-Tanda Perlambatan
Data yang dirilis pada hari Selasa menunjukkan perlambatan yang signifikan di pasar tenaga kerja Inggris, menambah alasan bagi Bank of England (BoE) untuk tetap mempertahankan kebijakan saat ini pada pertemuan kebijakan mendatang. Angka-angka penting dari laporan tersebut meliputi:
- Jumlah pekerja di sektor swasta turun sebesar 34.000 pada bulan Agustus.
- Secara tahunan, jumlah pekerja turun 0,8% dibandingkan tahun sebelumnya.
- Perekrutan di sektor perhotelan dan ritel menyusut lebih dari 3% secara tahunan.
Para analis menyarankan angka-angka ini mengurangi tekanan pada BoE untuk mengadopsi sikap yang lebih agresif, atau hawkish. "Pertumbuhan upah telah stabil di dekat level terendah 2,9%, konsisten dengan target inflasi Bank of England sebesar 2%," kata James Smith, seorang ekonom di ING, yang mencatat bahwa hal ini membuat kejutan kebijakan moneter yang agresif minggu ini tidak mungkin terjadi.
Penguatan Dolar AS Secara Luas sebagai Pendorong Utama
AdPara ahli strategi menekankan bahwa penurunan poundsterling merupakan bagian dari tren penguatan dolar AS yang lebih luas, bukan semata-mata masalah khusus Inggris. Dolar AS didukung oleh kenaikan suku bunga AS, harga energi yang lebih tinggi, dan sentimen risiko yang lebih lemah di pasar global, menurut Francesco Pesole, seorang ahli strategi valuta asing di ING.
Indeks dolar AS, yang mengukur nilai dolar AS terhadap sekeranjang mata uang utama, mengalami sesi terkuatnya pada hari Senin sejak pidato penting Federal Reserve. Penguatan ini juga terlihat terhadap mata uang lain, dengan pasangan EUR/USD turun ke 1,1537 dan pasangan USD/JPY sempat menyentuh 155,0.
Keputusan Bank Sentral Menjadi Fokus
Perhatian pasar kini tertuju pada pengumuman kebijakan Federal Reserve AS pada hari Rabu, di mana kenaikan suku bunga diperkirakan akan terjadi secara luas. Investor juga akan memperhatikan komentar apa pun tentang potensi operasi pembelian kembali obligasi Treasury setelah intervensi baru-baru ini sebesar $6 miliar dianggap tidak cukup oleh beberapa pelaku pasar.
Ke depan, skenario dasar ING adalah penguatan dolar yang berkelanjutan menjelang keputusan Fed. Perusahaan tersebut mencatat bahwa kejutan kebijakan hawkish dari Fed dapat mendorong pasangan EUR/USD menuju target jangka pendeknya di 1,150 dan mengirim pound ke titik terendah baru. Bank of England dijadwalkan untuk mengumumkan keputusan kebijakannya sendiri pada hari Kamis.