Story
Data Pekerjaan AS Melemah, Bitcoin Naik 2% dan Sempat Tembus $62.000

Harga Bitcoin mengalami kenaikan pada hari Kamis, sempat melampaui level $62.000 untuk sesaat. Penguatan ini didorong oleh data pekerjaan Amerika Serikat yang lebih lemah dari perkiraan, yang mengurangi ekspektasi pasar terhadap kenaikan suku bunga oleh Federal Reserve (The Fed).
Mata uang kripto terbesar di dunia ini tercatat naik 2,2% ke harga $61.416,6 pada pukul 16:55 ET (Jumat pagi WIB). Kenaikan ini memberikan sedikit kelegaan bagi pasar yang telah berada di bawah tekanan jual dalam beberapa waktu terakhir.
Laporan nonfarm payrolls terbaru yang dirilis pada hari Kamis menunjukkan bahwa pengusaha di AS hanya menambah 57.000 pekerjaan pada bulan Juni. Angka ini jauh di bawah ekspektasi para ekonom yang memperkirakan penambahan 115.000 pekerjaan, dan turun signifikan dari revisi 129.000 pekerjaan pada bulan Mei.
Data pasar tenaga kerja yang melambat ini mengurangi tekanan pada The Fed untuk menaikkan suku bunga acuannya. Kebijakan suku bunga yang lebih rendah atau stabil umumnya dianggap positif untuk aset spekulatif seperti mata uang kripto, karena dapat meningkatkan selera risiko di kalangan investor.
AdMeskipun mengalami kenaikan harian, pasar kripto secara umum masih berada di bawah tekanan sepanjang tahun ini. Bitcoin tercatat mengalami penurunan lebih dari 30% dalam enam bulan pertama tahun 2026, dipengaruhi oleh arus keluar dana dari produk ETF spot dan melemahnya minat institusional.
Seiring dengan Bitcoin, sebagian besar altcoin juga mencatatkan kenaikan setelah rilis data pekerjaan. Ethereum, mata uang kripto terbesar kedua, naik 5,1% menjadi $1.699,19. Sementara itu, XRP menguat 2,3%, sedangkan Solana dan Cardano masing-masing naik 4,7% dan 5%.