Story
Opsi Valas Bernilai Miliaran Dolar Jatuh Tempo Rabu, Pasar Tertuju pada Level Kunci

Kontrak opsi mata uang dalam jumlah besar dengan nilai nosional miliaran dolar dijadwalkan akan jatuh tempo pada hari Rabu, yang berpotensi memengaruhi pergerakan harga jangka pendek pada beberapa pasangan mata uang utama. Data dari Depository Trust & Clearing Corporation (DTCC) menunjukkan adanya konsentrasi signifikan pada level-level harga pelaksanaan (strike price) tertentu.
Rincian Opsi yang Jatuh Tempo
Beberapa pasangan mata uang utama memiliki volume opsi yang cukup besar yang akan berakhir. Para pelaku pasar akan memantau level-level ini dengan cermat karena dapat bertindak sebagai "magnet" bagi pergerakan harga spot menjelang waktu jatuh tempo.
Berdasarkan data DTCC, berikut adalah rinciannya:
- EUR/USD: Terdapat opsi senilai €1,88 miliar pada harga strike 1.1400, €1,33 miliar pada 1.1500, dan €960 juta pada 1.1750.
- USD/JPY: Opsi yang akan jatuh tempo termasuk senilai $1,12 miliar pada strike 164.50, $1,05 miliar pada 160.00, dan $949,6 juta pada 163.50.
- GBP/USD: Terdapat satu expiry signifikan senilai £1,37 miliar pada harga strike 1.3350.
- USD/CAD: Opsi yang akan berakhir meliputi nilai $731,4 juta pada 1.4250, $594,3 juta pada 1.4100, dan $560 juta pada 1.3000.
AdSelain itu, pasangan mata uang lain seperti AUD/USD, USD/CNY, dan NZD/USD juga memiliki opsi yang akan jatuh tempo dengan berbagai nilai dan harga strike.
Potensi Dampak pada Pasar
Jatuh temponya opsi dalam volume besar sering kali menyebabkan fenomena yang dikenal sebagai "pinning effect", di mana harga spot suatu pasangan mata uang cenderung tertahan atau bergerak menuju level strike dengan nilai nosional terbesar. Ini terjadi karena para pelaku pasar yang memiliki posisi pada opsi tersebut melakukan hedging untuk memitigasi risiko mereka menjelang waktu kedaluwarsa.
Bagi para investor dan trader, hal ini dapat berarti penurunan volatilitas di sekitar level-level strike tersebut hingga waktu jatuh tempo terlewati. Namun, setelah opsi tersebut kedaluwarsa, "pengaruh magnetis" ini akan hilang, yang berpotensi membuka jalan bagi pergerakan harga yang lebih signifikan jika ada katalis pasar lainnya.