Story

BHP Menghentikan Operasi di Tambang Tembaga Terbesar di Dunia Setelah Seorang Pekerja Meninggal Dunia

ENTHMSVIIDZHZH-TWJAKOHI
Sep 23, 20261 min read
BHP Menghentikan Operasi di Tambang Tembaga Terbesar di Dunia Setelah Seorang Pekerja Meninggal Dunia

Summary

BHP telah menangguhkan semua aktivitas di tambang Escondida di Chili, produsen tembaga terbesar di dunia, menyusul kecelakaan fatal yang melibatkan seorang pekerja. Jangka waktu untuk memulai kembali aktivitas masih belum pasti menunggu inspeksi keselamatan.

Text size
Background

BHP telah menangguhkan semua operasi di tambang Escondida di Chili, produsen tembaga terbesar di dunia, menyusul kecelakaan fatal di lokasi tersebut pada hari Rabu. Penghentian tanpa batas waktu ini dapat berdampak pada pasokan tembaga global, karena tambang tersebut diproyeksikan menghasilkan hingga 1,28 juta metrik ton logam tersebut tahun ini.

Detail Penangguhan

Dalam sebuah pernyataan, BHP mengkonfirmasi bahwa seorang pekerja tewas saat melakukan pekerjaan pemeliharaan. Akibatnya, perusahaan mengatakan, "Semua aktivitas operasional di tambang telah ditangguhkan." BHP tidak memberikan jadwal kapan operasi akan dilanjutkan.

Serikat pekerja yang mewakili para pekerja di lokasi tersebut sebelumnya mengatakan kepada Reuters bahwa kecelakaan tersebut melibatkan loader depan, sebuah alat berat yang umum di industri ini.

Potensi Dampak Pasar

Tambang Escondida merupakan komponen penting dari pasar tembaga global. Penutupan yang berkepanjangan dapat memperketat pasokan logam industri ini, yang merupakan material kunci untuk konstruksi, manufaktur, dan transisi energi hijau.

Sample IUX Markets – In-articleAd

Berdasarkan prosedur regulasi khas Chili, kegiatan pertambangan hanya dapat dimulai kembali setelah insiden fatal terjadi, setelah inspektur pemerintah memverifikasi bahwa kondisi aman. Proses ini menambah ketidakpastian mengenai durasi penghentian produksi.

Kepemilikan Tambang dan Konteks

Tambang Escondida terletak di Gurun Atacama, Chili. Meskipun BHP adalah operatornya, perusahaan pertambangan besar lainnya memegang saham signifikan dalam aset tersebut:

  • Rio Tinto memegang saham 30%.
  • JECO Corp yang berbasis di Jepang memegang saham 12,5%.
Back to latest news

LATEST