Story
BHP Menghentikan Operasi di Tambang Tembaga Terbesar di Dunia Setelah Seorang Pekerja Meninggal Dunia

Summary
BHP telah menangguhkan semua aktivitas di tambang Escondida di Chili, produsen tembaga terbesar di dunia, menyusul kecelakaan fatal yang melibatkan seorang pekerja. Jangka waktu untuk memulai kembali aktivitas masih belum pasti menunggu inspeksi keselamatan.
BHP telah menangguhkan semua operasi di tambang Escondida di Chili, produsen tembaga terbesar di dunia, menyusul kecelakaan fatal di lokasi tersebut pada hari Rabu. Penghentian tanpa batas waktu ini dapat berdampak pada pasokan tembaga global, karena tambang tersebut diproyeksikan menghasilkan hingga 1,28 juta metrik ton logam tersebut tahun ini.
Detail Penangguhan
Dalam sebuah pernyataan, BHP mengkonfirmasi bahwa seorang pekerja tewas saat melakukan pekerjaan pemeliharaan. Akibatnya, perusahaan mengatakan, "Semua aktivitas operasional di tambang telah ditangguhkan." BHP tidak memberikan jadwal kapan operasi akan dilanjutkan.
Serikat pekerja yang mewakili para pekerja di lokasi tersebut sebelumnya mengatakan kepada Reuters bahwa kecelakaan tersebut melibatkan loader depan, sebuah alat berat yang umum di industri ini.
Potensi Dampak Pasar
Tambang Escondida merupakan komponen penting dari pasar tembaga global. Penutupan yang berkepanjangan dapat memperketat pasokan logam industri ini, yang merupakan material kunci untuk konstruksi, manufaktur, dan transisi energi hijau.
AdBerdasarkan prosedur regulasi khas Chili, kegiatan pertambangan hanya dapat dimulai kembali setelah insiden fatal terjadi, setelah inspektur pemerintah memverifikasi bahwa kondisi aman. Proses ini menambah ketidakpastian mengenai durasi penghentian produksi.
Kepemilikan Tambang dan Konteks
Tambang Escondida terletak di Gurun Atacama, Chili. Meskipun BHP adalah operatornya, perusahaan pertambangan besar lainnya memegang saham signifikan dalam aset tersebut:
- Rio Tinto memegang saham 30%.
- JECO Corp yang berbasis di Jepang memegang saham 12,5%.