Story

Bank of Israel Pangkas Suku Bunga Jadi 3,50% di Tengah Kekhawatiran Penguatan Syikal

ENTHMSVIIDZHZH-TWJAKOHI
Jul 13, 20261 min read
Bank of Israel Pangkas Suku Bunga Jadi 3,50% di Tengah Kekhawatiran Penguatan Syikal
Text size
Background

Bank of Israel pada hari Senin memangkas suku bunga acuannya sebesar 25 basis poin dari 3,75% menjadi 3,50%. Keputusan ini menandai pemangkasan kedua secara beruntun dan membawa biaya pinjaman ke level terendah sejak akhir 2022, sesuai dengan perkiraan median dalam survei Bloomberg.

Dorongan di Balik Pemangkasan Suku Bunga

Langkah bank sentral ini diambil di tengah ekspektasi inflasi yang moderat dan kekhawatiran atas apresiasi mata uang syikal yang kuat, yang dinilai lebih mendesak daripada proyeksi percepatan pertumbuhan ekonomi. Para pembuat kebijakan menghadapi tekanan yang meningkat untuk mengatasi penguatan mata uang melalui suku bunga yang lebih rendah.

Kekhawatiran ini disuarakan secara vokal oleh para eksportir Israel, terutama perusahaan teknologi, mengenai dampak negatif syikal yang kuat secara persisten terhadap operasional mereka. Menteri Keuangan Bezalel Smotrich juga telah beberapa kali secara terbuka menyerukan agar Bank of Israel menurunkan suku bunga.

Dampak Pasar dan Proyeksi ke Depan

Sample IUX Markets – In-articleAd

Langkah pelonggaran moneter ini tampaknya mulai menunjukkan dampak. Syikal tercatat melemah lebih dari 5% terhadap dolar AS pada bulan lalu setelah dimulainya kembali siklus pemangkasan suku bunga. Meskipun demikian, mata uang tersebut secara umum masih berada di dekat level terkuatnya dalam beberapa dekade.

Dalam rilis resminya, Bank of Israel mempertahankan panduan ke depan (forward guidance) mereka. Bank sentral menyatakan bahwa keputusan suku bunga di masa depan akan ditentukan berdasarkan beberapa faktor kunci:

  • Dinamika inflasi
  • Kinerja ekonomi
  • Ketidakpastian geopolitik
  • Perkembangan fiskal

Departemen riset bank sentral memproyeksikan inflasi akan mencapai 1,8% pada akhir kuartal kedua tahun 2027, dengan suku bunga diperkirakan berada di level 3% pada saat itu.

Back to latest news

LATEST