Story

Bank of America: EUR/USD Diperkirakan Melemah Hingga Akhir Kuartal III

ENTHMSVIIDZHZH-TWJAKOHI
Aug 19, 20261 min read
Bank of America: EUR/USD Diperkirakan Melemah Hingga Akhir Kuartal III
Text size
Background

Bank of America (BofA) memproyeksikan bahwa pasangan mata uang euro terhadap dolar AS (EUR/USD) akan terus menghadapi tekanan pelemahan hingga akhir kuartal ketiga. Proyeksi ini didasarkan pada kombinasi data ekonomi Amerika Serikat yang kuat dan sikap kebijakan moneter Federal Reserve yang cenderung ketat (*hawkish*).

Faktor Pendorong Dolar AS

Menurut analisis BofA, terdapat dua pendorong utama yang mendukung penguatan dolar AS dalam jangka pendek. Pertama, rilis data ekonomi AS yang solid memperkuat fundamental mata uang tersebut. Kedua, sikap *hawkish* The Fed mengindikasikan bahwa suku bunga acuan kemungkinan akan tetap tinggi, sehingga meningkatkan daya tarik aset berdenominasi dolar bagi investor global.

Selain itu, Bank of America mencatat bahwa kenaikan harga minyak dalam waktu dekat juga akan memberikan dukungan tambahan bagi dolar AS selama periode ini. Namun, perlu dicatat bahwa bank investasi tersebut tidak memberikan target level harga spesifik untuk pasangan EUR/USD dalam laporannya.

Prospek Setelah Kuartal Ketiga

Sample IUX Markets – In-articleAd

Meski dolar AS diperkirakan akan menguat dalam beberapa bulan ke depan, BofA memprediksi potensi pembalikan tren setelah kuartal ketiga berakhir. Pelemahan dolar AS pasca-kuartal III dapat dipicu oleh beberapa faktor, antara lain:

  • Meredanya harga minyak: Jika harga minyak mulai turun, salah satu pilar pendukung dolar jangka pendek akan hilang.
  • Ekspektasi suku bunga: Pasar kemungkinan sudah sepenuhnya memperhitungkan (*priced in*) siklus kenaikan suku bunga The Fed pada saat itu, sehingga mengurangi potensi kejutan *hawkish* lebih lanjut.

Pasangan EUR/USD merupakan salah satu yang paling likuid dan aktif diperdagangkan di pasar valuta asing global. Oleh karena itu, pergerakannya sangat sensitif terhadap perubahan sentimen ekonomi dan kebijakan moneter di kedua sisi Atlantik.

Back to latest news

LATEST