Story
Indeks Angkutan Curah Kering Baltik Jatuh ke Level Terendah dalam Sepekan Lebih

Summary
Indeks utama angkutan curah kering Baltik merosot ke level terendah sejak 3 September, tertekan oleh pelemahan tarif untuk kapal jenis capesize dan panamax di tengah menurunnya permintaan bijih besi.
Indeks angkutan curah kering Baltik (Baltic Dry Index/BDI) turun pada hari Jumat, mencapai titik terendahnya dalam lebih dari sepekan. Pelemahan ini terutama didorong oleh penurunan tarif angkut untuk kapal berukuran besar jenis capesize dan panamax.
Menurut data dari Baltic Exchange, indeks utama, yang menjadi tolok ukur biaya pengiriman komoditas curah kering seperti bijih besi dan batu bara, merosot 14 poin atau 0,4% ke level 3.507. Secara mingguan, indeks ini mencatatkan penurunan sebesar 3,3%.
Penurunan di Segmen Kapal Besar
Pelemahan BDI dipimpin oleh segmen kapal terbesar, yaitu capesize, yang biasanya mengangkut kargo 150.000 ton seperti bijih besi dan batu bara.
- Indeks Capesize: Turun 42 poin atau 0,7% menjadi 6.080, dengan total penurunan mingguan mencapai 5,3%.
- Pendapatan Harian Rata-rata: Untuk kapal capesize, pendapatan harian rata-rata turun sebesar $380 menjadi $51.636.
- Indeks Panamax: Turun tipis 2 poin atau 0,08% ke level 2.407, dengan penurunan mingguan sebesar 1,7%.
AdKonteks Pelemahan Permintaan
Penurunan tarif angkut ini sejalan dengan dinamika di pasar komoditas. Harga bijih besi dilaporkan turun untuk sesi ketiga berturut-turut dan berada di jalur untuk mencatatkan kerugian mingguan pertamanya dalam tiga minggu.
Koreksi harga komoditas tersebut dipicu oleh permintaan yang lebih rendah dari perkiraan serta penurunan tajam pada margin baja di Tiongkok, yang merupakan konsumen terbesar di dunia. Sebagai indikator utama aktivitas perdagangan global, pergerakan BDI sering kali mencerminkan kondisi permintaan industri dan manufaktur secara luas.