Story
Saham Associated British Foods Anjlok Akibat Penjualan Primark yang Lesu dan Prospek Suram

Saham Associated British Foods (ABF) anjlok 8,2% menjadi 1854p dalam perdagangan hari Kamis setelah perusahaan merilis pembaruan perdagangan kuartal keempat yang mengecewakan investor. Kinerja yang lebih lemah dari perkiraan di divisi ritel Primark dan prospek yang suram untuk bisnis gulanya menjadi pemicu utama aksi jual.
Penjualan Primark di Eropa Melemah
Menurut laporan tersebut, penjualan *like-for-like* (LFL) Primark diperkirakan akan turun 3% pada kuartal yang berakhir 12 September. Penurunan ini terutama didorong oleh kinerja yang sangat lemah di benua Eropa, di mana penjualan anjlok 4,3%.
Angka ini jauh lebih buruk dari kenaikan tipis 0,4% yang tercatat di Inggris dan Irlandia. Menanggapi hasil ini, analis di Jefferies menggambarkannya sebagai "akhir tahun yang lesu untuk Primark" dan menyebut panduan perusahaan sebagai "prospek yang suram untuk saham pagi ini."
Prospek Kerugian Divisi Gula Membengkak
Selain pelemahan di segmen ritel, ABF juga memberikan panduan awal yang berhati-hati untuk tahun fiskal 2027. Manajemen memproyeksikan kerugian operasional yang disesuaikan untuk divisi Gula akan melebar secara signifikan, berada di antara £70 juta hingga £170 juta.
AdPerusahaan menyebutkan dua faktor utama di balik prospek negatif ini:
- Biaya gas yang lebih tinggi.
- Kondisi cuaca buruk di Afrika yang berdampak pada produksi.
Tekanan Pasar yang Lebih Luas
Kondisi makroekonomi turut memperparah tekanan jual pada saham ABF. Indeks acuan FTSE 100 di London turun ke level terendah dalam tujuh minggu di tengah meningkatnya ketegangan AS-Iran, yang mendorong harga minyak mentah Brent di atas $100 per barel.
Kombinasi dari kinerja Primark yang di bawah ekspektasi, prospek kerugian yang membengkak di divisi Gula, dan sentimen pasar yang negatif secara umum menciptakan tekanan jual yang kuat pada saham ABF. Meskipun ada beberapa berita strategis positif seperti konfirmasi peluncuran layanan pengiriman ke rumah Primark, hal itu tidak cukup untuk mengimbangi data perdagangan jangka pendek yang mengecewakan.