Story

Saham Emas Asia Menguat Seiring Rebound Bullion dari Level Terendah Enam Pekan

ENTHMSVIIDZHZH-TWJAKOHI
Sep 18, 20262 min read
Saham Emas Asia Menguat Seiring Rebound Bullion dari Level Terendah Enam Pekan

Summary

Saham-saham penambang emas di Asia naik pada hari Jumat, didorong oleh pemulihan harga emas batangan yang didukung oleh pelemahan dolar AS dan penurunan harga minyak.

Text size
Background

Saham-saham emiten emas di Asia menguat pada perdagangan Jumat, mengikuti rebound harga emas batangan (bullion) dari level terendah dalam hampir enam minggu. Pemulihan ini didukung oleh meredanya harga minyak dan pelemahan dolar AS, yang membantu mengimbangi tekanan dari ekspektasi kenaikan suku bunga lebih lanjut di Amerika Serikat.

Pendorong Rebound Harga Emas

Harga emas melonjak lebih dari 2% pada hari Kamis, pulih dari level terendah hari sebelumnya. Pemulihan ini dipicu oleh penurunan harga minyak yang meredakan kekhawatiran inflasi, serta pelemahan dolar AS. Emas di pasar spot mencapai $4.360,36 per ons, sementara emas berjangka AS ditutup 0,3% lebih tinggi di level $4.399,70.

Rebound ini terjadi setelah penurunan tajam pada hari Rabu, menyusul keputusan Federal Reserve yang menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin ke rentang 3,75%-4%. Pelemahan imbal hasil Treasury AS dan mundurnya dolar kemudian membantu memulihkan permintaan terhadap logam mulia yang tidak memberikan imbal hasil ini. Pada hari Jumat, harga emas spot terpantau naik sekitar 0,5% ke level $4.361 per ons.

Dampak pada Saham Pertambangan

Kenaikan harga emas secara luas diikuti oleh saham-saham penambang emas di kawasan Asia-Pasifik. Sejumlah perusahaan mencatatkan kenaikan signifikan, antara lain:

Sample IUX Markets – In-articleAd
  • Genesis Minerals melonjak 4,3%
  • Evolution Mining naik 2,9%
  • Northern Star Resources menguat 2,5%
  • Sumitomo Metal Mining dan Westgold Resources masing-masing naik 2,4%

Di antara penambang Tiongkok, Chifeng Jilong Gold Mining naik 1,7% dan Zijin Gold International naik 1%. Namun, beberapa saham lainnya seperti Shandong Gold dan Zhaojin Mining Industry justru turun masing-masing sebesar 2,6% dan 3,3%.

Konteks Kebijakan Moneter

Prospek harga emas tetap sensitif terhadap arah kebijakan moneter AS. Sinyal The Fed untuk kemungkinan kenaikan suku bunga lebih lanjut tahun ini menjadi faktor penekan utama. Kenaikan suku bunga cenderung meningkatkan *opportunity cost* atau biaya peluang untuk memegang aset yang tidak memberikan imbal hasil seperti emas.

Meski demikian, untuk saat ini, pelemahan dolar dan penurunan harga minyak mentah Brent yang turun sekitar 1% ke level $103,77 per barel memberikan ruang bagi emas untuk pulih. Investor akan terus mencermati data ekonomi dan pernyataan dari pejabat The Fed untuk petunjuk lebih lanjut mengenai laju pengetatan moneter.

Back to latest news

LATEST