Story
Saham-saham Energi Asia Menguat Seiring Pulihnya Harga Minyak Akibat Ketegangan AS-Iran

Summary
Saham-saham energi di Asia naik pada hari Kamis, mengikuti kenaikan tajam harga minyak mentah semalam yang dipicu oleh ketegangan geopolitik yang kembali muncul antara Amerika Serikat dan Iran, yang menghidupkan kembali kekhawatiran akan potensi gangguan pasokan dari Timur Tengah.
Saham-saham energi Asia secara umum mengalami kenaikan pada hari Kamis setelah rebound signifikan harga minyak semalam, didorong oleh kekhawatiran baru atas potensi gangguan pasokan dari Timur Tengah di tengah meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran.
Reli Minyak Mendorong Saham Energi
Harga minyak mentah mengakhiri tren penurunan baru-baru ini, dengan patokan minyak mentah Brent naik 3,9% menjadi $103,08 per barel dan minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) naik 1,8% menjadi $92,16 per barel. Kenaikan ini memberikan dorongan bagi produsen energi regional:
- Saham CNOOC yang terdaftar di Hong Kong naik 2,1%.
- Santos dan Woodside Energy Australia masing-masing naik 1,4% dan 1,0%.
- Saham CNOOC yang terdaftar di Shanghai juga bertambah 0,7%.
Kinerja positif ini mencerminkan pasar AS, di mana sektor Energi S&P 500 menjadi pengecualian yang mencolok, naik sekitar 1% di tengah penurunan pasar yang lebih luas.
Ketegangan Geopolitik Mendorong Harga
AdKatalis utama untuk reli harga minyak adalah peningkatan ketegangan dalam hubungan AS-Iran. Menurut laporan, reli tersebut terjadi setelah deklarasi dari Presiden Iran Masoud Pezeshkian bahwa Teheran tidak akan menyerah pada tekanan AS, yang terjadi sehari setelah ancaman dikeluarkan terhadap Iran oleh mantan Presiden AS Donald Trump. Pertukaran ini telah meningkatkan kecemasan pasar tentang stabilitas pasokan minyak dari wilayah penghasil yang penting tersebut.
Para pelaku pasar juga memantau upaya Arab Saudi untuk memperbaiki pipa utama timur-barat yang rusak akibat serangan drone. Pipa tersebut sangat penting secara strategis karena menawarkan rute alternatif untuk ekspor minyak mentah yang melewati Selat Hormuz.
Pasar yang Lebih Luas Terbebani oleh Imbal Hasil
Meskipun sektor energi berkembang pesat, pasar saham AS yang lebih luas berakhir lebih rendah semalam. Indeks S&P 500 turun 0,8%, Nasdaq Composite turun 1,1%, dan Dow Jones Industrial Average turun 0,7%. Penurunan ini didorong oleh tekanan ganda dari kenaikan harga minyak, yang dapat memicu inflasi, dan lonjakan imbal hasil obligasi pemerintah AS.
Imbal hasil obligasi pemerintah AS jangka waktu 10 tahun naik ke level tertinggi sejak tahun 2007. Pergerakan ini terjadi setelah data menunjukkan aktivitas bisnis AS pada bulan September berkembang dengan laju tercepat dalam lebih dari lima tahun, meningkatkan ekspektasi bahwa Federal Reserve mungkin akan menerapkan kenaikan suku bunga lagi pada pertemuan bulan Oktober.