Story

Mata Uang Asia Melemah Ditekan Dolar, Yen Jadi Fokus di Tengah Harapan Repatriasi GPIF

ENTHMSVIIDZHZH-TWJAKOHI
Jul 13, 20262 min read
Mata Uang Asia Melemah Ditekan Dolar, Yen Jadi Fokus di Tengah Harapan Repatriasi GPIF
Text size
Background

Sebagian besar mata uang Asia melemah pada hari Senin seiring penguatan dolar AS dan imbal hasil Treasury yang lebih tinggi menekan pasar valuta asing regional. Namun, yen Jepang tetap menjadi fokus utama setelah spekulasi baru bahwa dana pensiun publik raksasa Jepang dapat merepatriasi asetnya memberikan dukungan bagi mata uang tersebut.

Dolar Menguat, Mata Uang Regional Tertekan

Dolar menguat di tengah kekhawatiran bahwa inflasi AS dapat tetap tinggi, mendorong investor untuk mengurangi ekspektasi pelonggaran kebijakan oleh Federal Reserve. Pasar kini menantikan data inflasi AS yang akan dirilis pada hari Selasa dan testimoni dari pimpinan The Fed untuk mendapatkan petunjuk lebih lanjut mengenai arah kebijakan moneter.

Kenaikan imbal hasil Treasury AS mendorong investor untuk mengurangi eksposur terhadap aset-aset Asia. Won Korea Selatan (USD/KRW) naik sekitar 0,6% menembus level 1.507, sementara dolar Taiwan (USD/TWD) juga tetap tertekan akibat aksi jual asing yang terus berlanjut pada saham-saham teknologi.

Indeks KOSPI Korea Selatan bahkan sempat mengalami pembatasan perdagangan setelah anjlok lebih dari 5%. Dolar Australia juga melemah, dengan USD/AUD naik sekitar 0,4%.

Spekulasi Repatriasi Aset Topang Yen

Di tengah pelemahan regional, yen Jepang mendapat perhatian khusus menyusul rebound tajam pada hari Jumat. Penguatan ini dipicu oleh komentar dari Menteri Keuangan Jepang, Satsuki Katayama, yang menyatakan ingin mendorong dana pensiun publik, termasuk Government Pension Investment Fund (GPIF), untuk lebih banyak berinvestasi pada aset keuangan domestik.

Sample IUX Markets – In-articleAd

Pernyataan tersebut memicu spekulasi bahwa GPIF, salah satu investor institusional terbesar di dunia, dapat secara bertahap mengalihkan sebagian dari kepemilikan luar negerinya kembali ke aset domestik. Langkah ini berpotensi menjadi sumber dukungan struktural bagi yen yang telah tertekan selama setahun terakhir.

Menurut Tony Sycamore, seorang analis pasar di IG, langkah seperti itu dapat menghasilkan pembelian yen senilai sekitar JPY 12 triliun, dan bahkan bisa mencapai JPY 30 triliun jika terjadi penyeimbangan kembali portofolio yang lebih agresif. Pasangan USD/JPY diperdagangkan naik sekitar 0,2% ke level 162,1, namun tetap berada di bawah level tertinggi minggu lalu.

Fokus Beralih ke Data Ekonomi Penting

Berbeda dengan mata uang lainnya, yuan Tiongkok menunjukkan ketahanan yang relatif baik, dengan pasangan USD/CNY dan USD/CNH di pasar luar negeri hanya mencatatkan kenaikan tipis. Investor kini menantikan serangkaian rilis data ekonomi domestik yang padat minggu ini dari Tiongkok, termasuk data perdagangan, PDB kuartal kedua, penjualan ritel, dan produksi industri.

Selain itu, pasar juga akan mencermati rilis PDB kuartal kedua dari Singapura dan keputusan kebijakan moneter dari Bank of Korea yang akan datang dalam waktu dekat.

Back to latest news

LATEST