Story
Mata Uang Asia Bergerak Datar, Dolar AS Dekati Level Terendah 7 Pekan

Mata uang di Asia bergerak terbatas pada hari Kamis, sementara dolar AS bertahan di dekat level terendah dalam tujuh minggu. Investor mengambil sikap hati-hati menjelang rilis data pasar tenaga kerja AS yang krusial dan memantau perkembangan negosiasi perdamaian di Timur Tengah.
Dolar AS Menanti Data Ketenagakerjaan
Indeks Dolar AS, yang mengukur kekuatan greenback terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya, terpantau stabil di sekitar 99,7 pada pukul 23:34 ET (03:34 GMT). Posisi ini berada di dekat level terlemahnya sejak pertengahan Juni yang disentuh pada sesi sebelumnya.
Fokus pasar kini tertuju pada data ekonomi AS yang akan datang, terutama klaim pengangguran mingguan pada hari Kamis dan laporan nonfarm payrolls yang lebih komprehensif pada hari Jumat. Data ini akan menjadi petunjuk penting bagi arah kebijakan suku bunga Federal Reserve dan akan dievaluasi untuk melihat apakah tren pendinginan di pasar tenaga kerja terus berlanjut.
Sentimen Hati-hati Selimuti Pasar Regional
AdSentimen investor di Asia tetap waspada meskipun ada tanda-tanda kemajuan diplomatik di Timur Tengah. Iran dilaporkan telah mencapai pemahaman awal dengan Oman mengenai rute pelayaran yang diusulkan melalui Selat Hormuz, namun beberapa isu penting masih belum terselesaikan. Ketidakpastian ini membuat para pelaku pasar enggan untuk mengambil posisi besar.
Di antara mata uang regional:
- Yen Jepang (USD/JPY) diperdagangkan datar di 157,7, kesulitan melanjutkan penguatan yang sebelumnya didukung oleh intervensi.
- Yuan Tiongkok (USD/CNY) dan Won Korea Selatan (USD/KRW) menunjukkan sedikit perubahan.
- Dolar Australia (AUD/USD) turun tipis 0,1%, meskipun data menunjukkan neraca perdagangan negara itu kembali surplus pada bulan Juni.
- Rupee India (USD/INR) dan Dolar Singapura (USD/SGD) juga bergerak dalam rentang yang sempit. Rupee sebelumnya menunjukkan kinerja yang kuat, didukung oleh penurunan harga minyak mentah.
Kombinasi antara penantian data ekonomi utama dan ketidakpastian geopolitik diperkirakan akan menjaga volatilitas pasar mata uang tetap rendah dalam jangka pendek. Investor akan mencari kejelasan lebih lanjut dari data AS untuk mengukur langkah kebijakan The Fed selanjutnya.