Story
Saham Angi Anjlok 3% Setelah JPMorgan Beri Peringkat 'Underweight'

Saham Angi Inc. (ANGI) merosot 3,0% dalam perdagangan pra-pembukaan setelah JPMorgan memulai cakupan atas saham tersebut dengan peringkat "Underweight". Langkah ini menandai rekomendasi setara jual pertama untuk saham Angi dan secara signifikan mengubah konsensus analis.
Pemicu Penurunan
Tekanan jual pada saham Angi dipicu langsung oleh inisiasi cakupan dari JPMorgan dengan peringkat "Underweight". Sebelum rekomendasi ini, menurut data Investing.com, konsensus analis terdiri dari dua peringkat beli dan lima peringkat tahan, tanpa ada rekomendasi jual.
Penambahan peringkat jual dari institusi Wall Street terkemuka seperti JPMorgan menciptakan sentimen negatif yang kuat di kalangan investor. Hal ini terjadi pada saat Angi berada dalam posisi yang rentan secara fundamental, memperparah tekanan pada harga sahamnya.
Latar Belakang Fundamental yang Rapuh
Rekomendasi JPMorgan datang setelah Angi melaporkan hasil kuartal kedua (Q2) 2026 yang mengecewakan pada awal Agustus. Kinerja perusahaan menunjukkan beberapa titik lemah yang signifikan:
Ad- Pendapatan: Tercatat sebesar $248 juta, turun 11% secara tahunan (*year-over-year*) dan di bawah ekspektasi analis.
- Kerugian: Perusahaan membukukan kerugian GAAP sebesar $5,70 per saham, berbanding terbalik dengan estimasi konsensus yang memperkirakan laba tipis. Kerugian ini sebagian besar disebabkan oleh beban penurunan nilai (*impairment charge*) non-tunai atas *goodwill* dan aset tak berwujud sekitar $235 juta.
- Metrik Operasional: Jumlah profesional layanan aktif di platformnya menurun tajam secara tahunan, dan tingkat *churn* (profesional yang meninggalkan platform) meningkat, menimbulkan pertanyaan tentang keberlanjutan model bisnisnya.
Konteks Pasar
Penurunan saham ANGI bersifat spesifik untuk perusahaan dan bukan cerminan dari tekanan makroekonomi. Pada saat yang sama, indeks pasar yang lebih luas seperti S&P 500, Dow Jones, dan Nasdaq justru mencatatkan kenaikan tipis.
Akibat tekanan ini, saham Angi kini diperdagangkan mendekati level terendah dalam 52 minggu di $4,26, setelah anjlok dari level tertinggi 52 minggu di $18,38. Kombinasi peringkat jual baru dan gambaran fundamental yang sudah rapuh menciptakan sentimen negatif berganda yang menekan saham di pasar.