Story

American Eagle Pertahankan Proyeksi Penjualan di Tengah Lesunya Belanja Konsumen

ENTHMSVIIDZHZH-TWJAKOHI
Sep 9, 20261 min read
American Eagle Pertahankan Proyeksi Penjualan di Tengah Lesunya Belanja Konsumen
Text size
Background

American Eagle Outfitters (AEO) pada hari Rabu mempertahankan proyeksi penjualan sebanding tahunannya, seiring konsumen yang mengurangi pengeluaran untuk barang-barang diskresioner seperti pakaian. Kabar ini memicu reaksi negatif pasar, dengan saham AEO anjlok sekitar 10% dalam perdagangan pasca-penutupan.

Proyeksi Tidak Berubah, Laba Ditingkatkan

Perusahaan ritel ini untuk kedua kalinya menegaskan kembali ekspektasinya bahwa penjualan sebanding untuk tahun fiskal 2026 akan naik satu digit menengah. Meskipun prospek penjualan tidak berubah, AEO menaikkan target laba operasionalnya.

Target laba operasional kini berada di kisaran $540 juta hingga $550 juta, naik signifikan dari rentang sebelumnya yaitu $390 juta hingga $410 juta. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh dampak pengembalian dana tarif sebesar $196 juta yang diterima perusahaan pada kuartal kedua.

Tekanan dari Perilaku Konsumen

Langkah AEO untuk mempertahankan proyeksi penjualan mencerminkan tantangan yang lebih luas di sektor ritel. Permintaan untuk pakaian tetap tidak merata karena tekanan inflasi dan ketidakpastian makroekonomi mendorong konsumen untuk memprioritaskan pengeluaran pada kebutuhan pokok seperti bahan bakar dan makanan.

Sample IUX Markets – In-articleAd

Investor melihat kondisi ini sebagai sinyal bahwa konsumen cenderung menunggu promosi sebelum membeli pakaian dan aksesori. Tren ini juga dialami oleh peritel sejenis seperti Gap, yang sama-sama menghadapi tantangan akibat pelemahan pada kategori produk musiman tertentu.

Kinerja Kuartalan Lampaui Estimasi

Terlepas dari tantangan yang ada, kinerja keuangan American Eagle pada kuartal terakhir sedikit melampaui ekspektasi. Perusahaan melaporkan pendapatan kuartalan sebesar $1,38 miliar.

Angka tersebut berada di atas estimasi rata-rata analis sebesar $1,37 miliar, menurut data yang dikumpulkan oleh LSEG. Kinerja yang solid ini menunjukkan kemampuan perusahaan untuk menavigasi lingkungan belanja yang sulit, meskipun kekhawatiran investor tetap tertuju pada prospek permintaan di masa mendatang.

Back to latest news

LATEST