Story

Saham Alphabet Melonjak Jelang Rilis Laporan Keuangan Kuartal Kedua

ENTHMSVIIDZHZH-TWJAKOHI
Jul 20, 20261 min read
Saham Alphabet Melonjak Jelang Rilis Laporan Keuangan Kuartal Kedua
Text size
Background

Saham Alphabet (GOOGL) melonjak 2,8% menjadi $356,47 dalam perdagangan pagi waktu setempat, seiring investor mengakumulasi saham menjelang rilis laporan keuangan kuartal kedua 2026. Laporan tersebut dijadwalkan akan dirilis setelah penutupan pasar pada hari Rabu, 22 Juli.

Optimisme Analis Mendorong Kenaikan

Kenaikan ini didukung oleh sentimen positif dari komunitas analis yang mengantisipasi kinerja kuat di seluruh segmen utama perusahaan, termasuk Search, YouTube, dan Google Cloud. Ekspektasi ini telah memicu serangkaian revisi target harga yang optimistis.

Sejumlah firma analis telah menaikkan prospek mereka untuk Alphabet dalam beberapa hari terakhir:

  • BMO Capital menaikkan target harganya menjadi $455 dari $435 pada 17 Juli, dengan mempertahankan peringkat "Outperform".
  • KeyBanc sebelumnya telah menaikkan targetnya menjadi $445, dengan alasan bahwa pasar meremehkan daya tahan pertumbuhan Google Cloud dan Search.
  • Bank of America menegaskan kembali targetnya di $430 sambil sedikit menaikkan estimasi laba per saham (EPS) untuk kuartal kedua.
Sample IUX Markets – In-articleAd

Konteks Pasar dan Katalis Jangka Panjang

Penguatan saham Alphabet juga terjadi di tengah pemulihan pasar teknologi yang lebih luas. Indeks Nasdaq Composite naik 0,9% dan S&P 500 menguat 0,4%, menandakan pemulihan parsial dari aksi jual tajam di sektor semikonduktor pada pekan sebelumnya. Tren ini menunjukkan adanya rotasi investor kembali ke saham-saham teknologi berkapitalisasi besar.

Dari sisi fundamental jangka panjang, kepercayaan investor diperkuat oleh laporan bahwa Google sedang mengembangkan chip server generasi berikutnya yang disebut "Frozen v2". Chip ini dilaporkan bisa enam hingga sepuluh kali lebih efisien daripada chip AI saat ini. Perkembangan ini memperkuat narasi Alphabet sebagai pemimpin infrastruktur kecerdasan buatan yang terintegrasi secara vertikal, ditambah dengan backlog Google Cloud pada kuartal pertama 2026 yang mencapai sekitar $462 miliar.

Back to latest news

LATEST