Story
Maskapai Pulihkan Penerbangan Timur Tengah Secara Bertahap, Namun Gangguan Masih Meluas

Summary
Sejumlah maskapai penerbangan global mulai memulihkan layanan ke beberapa kota di Timur Tengah, tetapi banyak rute utama masih ditangguhkan hingga beberapa bulan ke depan menyusul konflik regional.
Sejumlah maskapai penerbangan mulai melanjutkan kembali beberapa penerbangan ke Timur Tengah setelah konflik yang dipicu oleh serangan AS dan Israel terhadap Iran, namun gangguan operasional secara luas masih berlanjut. Berdasarkan laporan Reuters, banyak maskapai besar memilih untuk memperpanjang penangguhan layanan mereka hingga akhir musim panas atau bahkan hingga akhir tahun, yang mencerminkan ketidakpastian keamanan yang masih ada di wilayah tersebut.
Penangguhan Diperpanjang oleh Maskapai Besar
Banyak maskapai penerbangan dari Eropa, Amerika Utara, dan Asia telah mengumumkan jadwal penangguhan yang diperpanjang untuk rute-rute utama. Keputusan ini berdampak pada konektivitas penumpang dan layanan kargo.
Beberapa pembaruan status penerbangan yang signifikan antara lain:
- Lufthansa Group: Penerbangan Lufthansa dan SWISS ke Dubai ditangguhkan hingga 13 September. Rute ke destinasi lain seperti Abu Dhabi, Amman, Beirut, dan Teheran ditangguhkan oleh grup ini hingga 24 Oktober.
- IAG (British Airways): Maskapai Inggris ini menunda dimulainya kembali penerbangan ke Doha hingga 1 Agustus dan Riyadh hingga 8 Agustus. Penerbangan ke Dubai, Tel Aviv, dan Amman dijadwalkan untuk kembali beroperasi pada 25 Oktober.
- Air France-KLM: Air France telah menangguhkan penerbangan ke Beirut hingga 2 Agustus, sementara KLM menangguhkan layanan ke Riyadh, Dammam, dan Dubai hingga 15 Juli.
- Maskapai Amerika Utara: Air Canada telah membatalkan penerbangan ke Tel Aviv dan Dubai hingga 24 Oktober. Delta Air Lines menangguhkan rute Atlanta-Tel Aviv hingga 18 Desember, meskipun berencana memulai kembali rute New York-Tel Aviv pada 6 September.
Dampak pada Rute Asia dan Maskapai Berbiaya Rendah
AdMaskapai di Asia juga turut menyesuaikan jadwal mereka. Cathay Pacific dari Hong Kong menunda dimulainya kembali layanan penumpang ke Dubai dan Riyadh hingga 25 dan 26 Oktober. Singapore Airlines juga memperpanjang penangguhan penerbangan Singapura-Dubai hingga 24 Oktober.
Di sektor maskapai berbiaya rendah, Wizz Air telah menangguhkan penerbangan dari daratan Eropa ke Dubai, Abu Dhabi, dan Amman hingga pertengahan September. Sementara itu, Norwegian Air menunda tanpa batas waktu peluncuran rute yang direncanakan ke Tel Aviv dan Beirut. Namun, ada sedikit pemulihan, dengan SunExpress, usaha patungan Turkish Airlines dan Lufthansa, berencana untuk memulai kembali rute Antalya-Dubai.
Implikasi bagi Industri Aviasi
Perpanjangan penangguhan ini menyoroti risiko operasional dan finansial yang terus-menerus dihadapi industri penerbangan akibat ketegangan geopolitik. Bagi investor, hal ini menandakan adanya tekanan pendapatan yang berkelanjutan pada rute-rute yang terpengaruh untuk maskapai terkait. Situasi ini juga memaksa maskapai untuk mengalokasikan kembali armadanya ke rute yang lebih stabil, seperti yang dilakukan Singapore Airlines dengan menambah layanan ke London dan Melbourne untuk memenuhi permintaan yang lebih tinggi di sana.