Story
Saham Terkait AI Menguat di Prabursa AS, Sektor Energi Tertekan oleh Penurunan Harga Minyak

Summary
Saham-saham teknologi yang terkait dengan kecerdasan buatan (AI) melonjak dalam perdagangan prabursa AS, sementara saham-saham energi anjlok seiring penurunan tajam harga minyak mentah di tengah meredanya ketegangan geopolitik.
Saham-saham yang terkait dengan kecerdasan buatan (AI) menunjukkan penguatan signifikan dalam perdagangan prabursa pada hari Senin, kontras dengan pelemahan tajam yang dialami oleh perusahaan-perusahaan energi. Dinamika pasar ini sebagian besar dipicu oleh anjloknya harga minyak mentah, yang meredakan kekhawatiran inflasi dan meningkatkan sentimen investor menjelang keputusan suku bunga Federal Reserve.
Momentum Positif di Sektor Teknologi
Sejumlah perusahaan teknologi dan AI mencatatkan kenaikan harga saham yang didorong oleh berita spesifik perusahaan dan prospek investasi infrastruktur skala besar.
- D-Wave Quantum melonjak 11% setelah mengumumkan bahwa AT&T memperluas penggunaan teknologi komputasi kuantum perusahaan tersebut dalam operasional jaringannya.
- CoreWeave naik 4% dan Nebius Group menguat 6%. Menurut laporan Wall Street Journal, Nvidia sedang dalam pembicaraan untuk menjamin pendanaan sekitar $250 miliar untuk proyek pusat data OpenAI yang direncanakan.
- SK Hynix naik 6,2% dalam perdagangan prabursa AS, mengikuti penguatan di Korea Selatan setelah pemerintah meluncurkan inisiatif AI baru senilai sekitar $950 miliar.
Saham Energi Tergelincir Akibat Penurunan Harga Minyak
Berbanding terbalik dengan sektor teknologi, perusahaan energi menghadapi tekanan jual yang signifikan setelah harga minyak mentah Brent anjlok lebih dari 8% hingga mendekati $90 per barel. Penurunan ini terjadi setelah adanya laporan bahwa Amerika Serikat dan Iran menghentikan aksi militer dan membuka kembali jalur diplomasi.
AdMeredanya kekhawatiran akan gangguan pasokan energi yang berkepanjangan dari Selat Hormuz secara langsung menekan harga saham di sektor ini. Occidental Petroleum dan Exxon Mobil tercatat turun lebih dari 3% dalam perdagangan prabursa sebagai respons terhadap penurunan harga komoditas tersebut.
Konteks Pasar yang Lebih Luas
Secara keseluruhan, sentimen pasar prabursa AS cenderung positif, dengan kontrak berjangka S&P 500 naik 1,01% dan Nasdaq 100 melonjak 1,61%. Penurunan harga minyak dipandang sebagai faktor positif karena dapat membantu meredakan tekanan inflasi, yang berpotensi memengaruhi pandangan kebijakan Federal Reserve.
Para investor kini mengalihkan fokus mereka pada pekan yang krusial, menantikan keputusan suku bunga The Fed serta rilis laporan pendapatan dari beberapa perusahaan teknologi raksasa. Perkembangan ini akan menjadi penentu arah pasar dalam jangka pendek.