Story
Yuan Mencapai Level Tertinggi Empat Tahun karena Dolar Melemah Menjelang Pertemuan Fed dan Bank Sentral.

Yuan Tiongkok mencapai level tertinggi hampir empat tahun pada hari Senin di tengah penurunan dolar AS secara lebih luas, karena pasar mata uang tetap lesu menjelang serangkaian pertemuan bank sentral penting minggu ini, termasuk Federal Reserve AS.
Dolar Melemah Menjelang Pertemuan Fed
Dolar AS melemah dalam perdagangan Asia, dengan indeks dolar dan kontrak berjangka keduanya turun sebesar 0,17%. Penurunan ini memperpanjang penurunan dari level tertinggi 18 bulan yang dicapai pada awal Oktober karena fokus pasar beralih sepenuhnya ke pertemuan kebijakan dua hari Fed yang akan datang, yang dimulai Selasa.
Pasar secara luas memperkirakan bank sentral akan mempertahankan suku bunga tetap pada level 4,0% saat ini. Fed terakhir kali menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin pada bulan September, kenaikan pertama dalam lebih dari tiga tahun. Investor akan mengamati dengan cermat sinyal-sinyal hawkish pada kebijakan di masa mendatang, karena data terbaru menunjukkan inflasi AS tetap jauh di atas target tahunan bank sentral sebesar 2%. Komentar dari ketua Fed setelah keputusan tersebut akan dicermati untuk mencari petunjuk tentang prospek kebijakan moneter.
Yuan Memimpin Mata Uang Asia
Di antara mata uang Asia, yuan menunjukkan kinerja yang luar biasa. Pasangan USD/CNY sedikit melemah, mendorong yuan onshore ke level terkuatnya sejak Juni 2022. Penguatan mata uang ini mengikuti serangkaian penetapan titik tengah harian yang kuat yang ditetapkan oleh Bank Rakyat China (PBoC).
Menurut analisis pasar yang dikutip dalam materi sumber, langkah ini dianggap sebagai upaya untuk mengurangi gesekan perdagangan dengan negara-negara Barat dan menciptakan fleksibilitas kebijakan yang lebih besar untuk potensi langkah-langkah stimulus ekonomi. Perkembangan ini bertepatan dengan dimulainya Sidang Pleno Kelima Partai Komunis China, sebuah pertemuan tertutup di mana para pejabat diharapkan untuk menguraikan rencana dukungan fiskal dan pertumbuhan ekonomi.
AdYen Stabil, Pasar Regional Waspada
Di tempat lain di Asia, yen Jepang stabil terhadap dolar karena para pedagang menunggu pertemuan kebijakan Bank of Japan (BOJ) di akhir pekan ini. Bank Sentral Jepang (BOJ) diperkirakan akan mempertahankan suku bunga acuannya di 1,25%, meskipun mungkin akan memberikan panduan kebijakan moneter yang ketat di tengah inflasi yang terus berlanjut. Pasar memperkirakan kemungkinan kenaikan suku bunga lagi pada bulan Desember.
Mata uang regional lainnya menunjukkan pergerakan minimal:
- Dolar Singapura (USD/SGD) sebagian besar datar.
- Won Korea Selatan (USD/KRW) menguat 0,2% terhadap dolar AS.
- Dolar Australia (AUD/USD) melemah 0,07%.
Penurunan harga minyak dari level tertinggi baru-baru ini memberikan sedikit dukungan bagi perekonomian kawasan ini. Namun, sebagian besar mata uang Asia tetap berada di bawah tekanan akibat kekhawatiran tentang inflasi AS yang tinggi dan pengetatan moneter yang berkelanjutan di pasar negara maju.