Story

Intervensi Jepang Stabilkan Yen, Dolar AS Turun ke Level Terendah Enam Pekan

ENTHMSVIIDZHZH-TWJAKOHI
Aug 5, 20262 min read
Intervensi Jepang Stabilkan Yen, Dolar AS Turun ke Level Terendah Enam Pekan
Text size
Background

Yen Jepang diperdagangkan stabil pada hari Rabu setelah otoritas melakukan intervensi di pasar valuta asing untuk menopang nilainya. Sementara itu, dolar AS melemah terhadap sejumlah mata uang utama lainnya ke level terendah dalam enam minggu, tertekan oleh berkurangnya permintaan aset aman (*safe-haven*) seiring harapan meredanya konflik di Iran.

Rincian Intervensi dan Pergerakan Pasar

Pada perdagangan terbaru, pasangan mata uang USD/JPY berada di level 157,53, menguat tipis setelah pelemahan pada hari sebelumnya. Langkah ini merupakan kelanjutan dari intervensi bersama antara Tokyo dan Washington pada hari Jumat lalu, yang berhasil mendorong yen naik dari level terendah dalam 40 tahun di 164 per dolar yang tercatat sekitar seminggu sebelumnya.

Intervensi ini menjadi sorotan karena menandai pertama kalinya otoritas Amerika Serikat secara langsung terlibat dalam pembelian yen di pasar valuta asing sejak tahun 1998. Akibatnya, dolar AS sempat jatuh ke level terendah tiga bulan terhadap yen pada hari Senin.

Dukungan Kuat dari Amerika Serikat

Dukungan untuk menstabilkan yen juga datang dari pejabat tinggi AS. Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, pada hari Selasa menyatakan bahwa Amerika Serikat akan melakukan "apa pun yang diperlukan" (*whatever it takes*) untuk mendukung upaya Jepang.

Sample IUX Markets – In-articleAd

Pernyataan tegas ini mengingatkan para pelaku pasar pada janji serupa yang diucapkan oleh mantan Presiden Bank Sentral Eropa, Mario Draghi, pada puncak krisis utang Eropa tahun 2012 untuk menyelamatkan mata uang euro. Komitmen ini memberikan sinyal kuat kepada pasar mengenai keseriusan kedua negara dalam menjaga stabilitas yen.

Fokus Investor Beralih ke Data Pekerjaan AS

Selanjutnya, perhatian investor akan tertuju pada rilis laporan pekerjaan bulanan AS yang dijadwalkan pada hari Jumat. Data ini dipandang krusial karena akan memberikan petunjuk penting mengenai kondisi pasar tenaga kerja dan ekonomi AS.

Angka-angka dari laporan tersebut diperkirakan akan sangat memengaruhi ekspektasi pasar terhadap arah kebijakan moneter The Federal Reserve dalam beberapa waktu mendatang, yang pada gilirannya akan berdampak pada nilai tukar dolar AS.

Back to latest news

LATEST