Story
Harga Gandum Berjangka Diprediksi Turun Akibat Aksi Ambil Untung

Summary
Harga gandum berjangka AS diperkirakan akan dibuka lebih rendah karena aksi ambil untung setelah mencapai level tertinggi dalam dua tahun. Namun, kekhawatiran pasokan akibat konflik di Laut Hitam membatasi potensi penurunan lebih lanjut.
Harga gandum berjangka Amerika Serikat diperkirakan akan dibuka lebih rendah pada hari Selasa, tertekan oleh aksi ambil untung investor setelah harga mencapai level tertinggi dalam dua tahun pada hari Jumat. Penurunan harga minyak mentah juga turut memberikan tekanan pada komoditas agrikultur ini.
Aksi Ambil Untung Memicu Koreksi Harga
Menurut laporan Investing.com, kontrak gandum berjangka di Chicago Board of Trade (CBOT) diekspektasikan turun 4 hingga 6 sen per bushel saat perdagangan dilanjutkan. Koreksi ini terjadi setelah harga mencapai rekor tertinggi dua tahun pada pekan sebelumnya, yang memicu investor untuk merealisasikan keuntungan.
Penurunan harga minyak mentah juga menjadi faktor pemberat, karena dapat mengurangi daya tarik komoditas secara umum. Berikut adalah rincian pergerakan harga terakhir:
- CBOT September soft red winter wheat turun 5 sen menjadi $6,55 per bushel.
- K.C. September hard red winter wheat turun 2,5 sen menjadi $7,26-1/2 per bushel.
- Minneapolis September spring wheat turun 7-3/4 sen menjadi $6,98-1/2 per bushel.
Kekhawatiran Pasokan Global Batasi Penurunan
AdDi sisi lain, potensi penurunan harga yang lebih dalam dibatasi oleh kekhawatiran pasokan yang masih berlangsung. Serangan yang terus berlanjut oleh Rusia dan Ukraina di Laut Hitam dan Laut Azov telah menimbulkan kecemasan signifikan mengenai ketersediaan gandum di pasar global.
Memperkuat kekhawatiran ini, lembaga konsultan agrikultur Sovecon pada hari Selasa menurunkan proyeksi ekspor gandum Rusia. Sovecon menyatakan tidak mengharapkan aktivitas navigasi di Laut Azov akan kembali normal dalam beberapa minggu mendatang, yang berisiko menghambat arus pengiriman.
Kondisi Tanaman AS Lebih Baik dari Perkiraan
Departemen Pertanian AS (USDA) dalam laporan kemajuan tanaman mingguannya melaporkan bahwa 81% dari panen gandum musim dingin (winter wheat) di AS telah selesai per hari Minggu. Kondisi ini memberikan sedikit kelegaan bagi pasar.
Selain itu, USDA mempertahankan peringkat "baik-hingga-sangat-baik" untuk tanaman gandum musim semi (spring wheat) di level 53%, tidak berubah dari minggu sebelumnya. Angka ini lebih baik dari ekspektasi para analis yang memperkirakan penurunan dua poin akibat cuaca panas dan kering di wilayah Dataran Utara AS.