Story
Harga Gandum Mundur dari Level Tertinggi Multi-Tahun di Tengah Gejolak Laut Hitam

Summary
Harga gandum berjangka diperkirakan akan dibuka lebih rendah, mengalami koreksi setelah mencapai level tertinggi sejak Februari 2023 akibat eskalasi gangguan ekspor di wilayah Laut Hitam.
Harga gandum berjangka diperkirakan akan dibuka lebih rendah antara 6 hingga 8 sen per bushel saat perdagangan di Chicago Board of Trade (CBOT) kembali dimulai. Pelemahan ini menandakan aksi ambil untung setelah harga komoditas ini sempat melonjak ke level tertingginya dalam beberapa tahun terakhir.
Koreksi Setelah Reli Tajam
Kontrak gandum musim dingin merah lunak (soft red winter wheat) untuk pengiriman Desember di CBOT terakhir kali tercatat turun 6-3/4 sen menjadi $7,75-3/4 per bushel. Menurut laporan Investing.com, pelemahan ini terjadi setelah harga sempat menyentuh level tertinggi sejak Februari 2023 sebelum akhirnya berbalik arah.
Reli harga yang terjadi sebelumnya didorong oleh meningkatnya ketegangan di kawasan Laut Hitam. Situasi ini secara signifikan telah mengganggu arus ekspor biji-bijian dari Rusia dan Ukraina, dua produsen utama global, sehingga memicu kekhawatiran pasar terhadap pengetatan pasokan.
Gangguan Ekspor Laut Hitam Tetap Menjadi Fokus
Para pelaku pasar terus memantau dengan cermat perkembangan di Eropa Timur, yang menjadi pendorong utama volatilitas harga. Beberapa fakta kunci yang menggarisbawahi gangguan pasokan saat ini antara lain:
Ad- Ekspor Ukraina Anjlok: Kementerian Pertanian Ukraina menyatakan bahwa volume ekspor biji-bijian negara itu pada bulan Agustus turun sekitar 58% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
- Rusia Menolak Kesepakatan: Menteri Luar Negeri Rusia dilaporkan tidak melihat alasan untuk melanjutkan kesepakatan yang sebelumnya menjamin keamanan jalur ekspor gandum Ukraina melalui Laut Hitam.
- Seruan Turki: Presiden Turki menekankan perlunya sebuah mekanisme jangka panjang untuk memastikan keamanan permanen bagi pelayaran komersial di Laut Hitam.
Kebijakan Tarif Rusia
Secara terpisah, Rusia, yang merupakan eksportir gandum terbesar di dunia, mengumumkan akan menangguhkan pengenaan tarif ekspor biji-bijian. Kebijakan ini akan diperpanjang hingga akhir tahun 2026.
Langkah ini berpotensi membuat gandum Rusia lebih kompetitif di pasar global dan dapat menambah volume pasokan ke pasar internasional. Bagi investor, hal ini dapat menjadi faktor penekan yang membatasi potensi kenaikan harga lebih lanjut, meskipun gangguan logistik di Laut Hitam masih berlanjut.