Story
Harga Gandum Berjangka Melemah, Gangguan di Laut Hitam Batasi Penurunan

Summary
Harga gandum berjangka di Chicago Board of Trade (CBOT) bergerak lebih rendah pada hari Selasa, namun kekhawatiran atas gangguan pengiriman biji-bijian yang terus berlanjut di wilayah Laut Hitam menahan laju pelemahan harga.
Harga gandum berjangka di Chicago Board of Trade (CBOT) bergerak lebih rendah pada hari Selasa, dengan penurunan hingga 2 sen per bushel. Namun, penurunan harga yang lebih dalam berhasil diredam oleh berlanjutnya gangguan pengiriman biji-bijian di kawasan Laut Hitam yang krusial.
Gangguan Laut Hitam Menopang Harga
Pasar tetap waspada terhadap situasi di Laut Hitam, di mana serangan yang telah berlangsung selama beberapa minggu oleh Rusia dan Ukraina terhadap rute-rute pelayaran telah mengganggu arus perdagangan. Situasi ini telah menyebabkan penurunan volume ekspor biji-bijian dari kawasan tersebut, termasuk dari pelabuhan ekspor utama Rusia di Novorossiysk.
Ketidakpastian pasokan dari salah satu lumbung pangan dunia ini memberikan dasar dukungan bagi harga gandum, mencegah tekanan jual yang lebih signifikan.
Pergerakan Harga dan Prospek Pasokan
AdDi bursa, pergerakan harga gandum menunjukkan hasil yang beragam pada penutupan perdagangan:
- CBOT September Soft Red Winter Wheat: Ditutup tidak berubah pada $6,74-3/4 per bushel.
- Kansas City September Hard Red Winter Wheat: Naik 2-1/2 sen menjadi $7,61-1/4 per bushel.
- Minneapolis September Spring Wheat: Naik 4-1/2 sen menjadi $6,79-1/2 per bushel.
Dari sisi pasokan global, asosiasi petani Jerman (DBV) pada hari Selasa memperkirakan bahwa panen gandum musim dingin negara itu pada tahun 2026 akan turun sebesar 7% menjadi 20,9 juta ton. Penurunan ini disebabkan oleh musim semi yang sangat kering dan gelombang panas yang memecahkan rekor pada bulan Juni.
Sementara itu, badan pengadaan biji-bijian negara Yordania dilaporkan membeli sekitar 60.000 metrik ton gandum dalam sebuah tender internasional. Menurut para pedagang Eropa, jumlah ini hanya setengah dari target pembelian maksimal sebesar 120.000 ton.