Story

Harga Gandum Berjangka Turun Akibat Aksi Ambil Untung, Namun Risiko Laut Hitam Tetap Tinggi

ENTHMSVIIDZHZH-TWJAKOHI
Aug 18, 20261 min read
Harga Gandum Berjangka Turun Akibat Aksi Ambil Untung, Namun Risiko Laut Hitam Tetap Tinggi

Summary

Kontrak berjangka gandum di Chicago terkoreksi pada hari Senin karena aksi ambil untung, meskipun kekhawatiran gangguan pasokan akibat eskalasi serangan di rute pelayaran Laut Hitam terus membayangi pasar.

Text size
Background

Harga gandum berjangka di Chicago Board of Trade (CBOT) turun pada hari Senin, karena para pedagang melakukan aksi ambil untung (profit taking) menyusul kenaikan yang terjadi pada pekan sebelumnya. Meskipun terjadi penurunan, sentimen pasar tetap tegang akibat gangguan pasokan yang terus berlanjut di kawasan Laut Hitam.

Detail Harga dan Aksi Pasar

Menurut data dari bursa, kontrak gandum soft red winter untuk pengiriman Desember turun tipis sebesar 1/4 sen, ditutup pada harga $6,89-1/4 per gantang (bushel). Penurunan ini sebagian besar didorong oleh aksi jual pedagang untuk merealisasikan keuntungan setelah reli harga baru-baru ini.

Eskalasi di Laut Hitam Menopang Kekhawatiran Pasokan

Faktor fundamental yang membayangi pasar adalah meningkatnya ketegangan di Laut Hitam. Serangan yang terus-menerus oleh Rusia dan Ukraina terhadap rute pelayaran telah secara signifikan mengganggu arus pasokan gandum global.

Sample IUX Markets – In-articleAd
  • Pelabuhan Rusia Terganggu: Serangan selama beberapa minggu terakhir telah menyebabkan penurunan tajam dalam pengiriman dari Novorossiysk, pelabuhan ekspor biji-bijian utama Rusia.
  • Ukraina Cari Rute Alternatif: Para pedagang mencatat bahwa volume pemuatan di pelabuhan Laut Hitam Rusia tetap rendah. Sementara itu, Ukraina telah mengalihkan ekspor biji-bijiannya melalui negara-negara tetangga di sebelah barat, seperti Rumania.
  • Serangan Terbaru: Pihak berwenang Ukraina melaporkan pada hari Senin bahwa Rusia kembali melancarkan serangan terhadap infrastruktur pelabuhan di wilayah Izmail, yang terletak di sepanjang Sungai Danube.

Pergeseran Fokus Pasar

Gangguan pelayaran ini telah menyebabkan pergeseran fokus di kalangan pelaku pasar. Sebelumnya, sentimen cenderung negatif (*bearish*) karena laporan Departemen Pertanian AS (USDA) pekan lalu menyoroti pasokan global yang secara umum masih melimpah.

Namun, kini kekhawatiran telah beralih ke potensi kelangkaan pasokan ekspor akibat hambatan logistik di Laut Hitam. Situasi ini menciptakan tarik-menarik antara data pasokan global yang kuat dan risiko geopolitik yang semakin nyata.

Back to latest news

LATEST