Story
Menkeu AS Desak BOJ Pertahankan Kebijakan Stabil untuk Hindari Volatilitas Yen

Menteri Keuangan Amerika Serikat Scott Bessent telah mendesak Gubernur Bank of Japan (BOJ) Kazuo Ueda untuk menerapkan kebijakan moneter yang sehat guna menstabilkan ekspektasi inflasi dan mencegah volatilitas nilai tukar yen yang berlebihan. Pernyataan ini memperkuat ekspektasi pasar akan kenaikan suku bunga oleh bank sentral Jepang dalam waktu dekat.
Detail Pertemuan G20
Menurut pernyataan yang dirilis Departemen Keuangan AS pada hari Selasa, Bessent secara eksplisit menyuarakan dukungan terhadap langkah-langkah Jepang dalam mengatasi pelemahan nilai tukar mata uangnya. Ia juga mencatat bahwa pelemahan yen telah berkontribusi terhadap tekanan inflasi domestik di Jepang.
Pertemuan antara kedua pejabat tersebut berlangsung di sela-sela pertemuan Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral G20 di Asheville, North Carolina. Departemen Keuangan AS menyatakan bahwa Bessent menekankan pentingnya perumusan dan komunikasi kebijakan moneter yang jelas untuk "menjangkar ekspektasi inflasi dan menghindari volatilitas nilai tukar yang berlebihan."
AdImplikasi bagi Kebijakan BOJ
Pernyataan dari pejabat tinggi AS ini semakin memperkuat spekulasi di pasar bahwa Bank of Japan akan menaikkan suku bunga pada pertemuan kebijakan moneternya pada 17-18 September mendatang.
Pelemahan yen yang berkelanjutan telah menjadi isu ekonomi yang signifikan di Jepang. Kondisi ini mendorong kenaikan harga barang-barang impor, yang pada gilirannya meningkatkan inflasi secara keseluruhan dan memberikan tekanan pada biaya hidup rumah tangga di negara tersebut.