Story
Militer AS Serang Target Iran, Memicu Eskalasi dan Kenaikan Harga Minyak

Summary
Militer AS mengonfirmasi gelombang serangan terbaru terhadap target Garda Revolusi Iran, memicu aksi balasan dan mendorong kenaikan harga minyak mentah di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik.
Militer Amerika Serikat pada Selasa malam mengumumkan telah menyelesaikan gelombang serangan terbarunya terhadap Iran, menargetkan aset-aset Korps Garda Revolusi Islam (IRGC). Tindakan ini menandai eskalasi paling serius dalam beberapa minggu terakhir, yang secara langsung berdampak pada kenaikan harga energi global.
Rincian Serangan dan Aksi Balasan
Komando Pusat AS (CENTCOM) menyatakan melalui platform media sosial X bahwa serangan tersebut menargetkan berbagai aset IRGC. Target-target tersebut mencakup:
- Situs pertahanan udara
- Sistem radar
- Aset dan fasilitas maritim
- Kemampuan penyebaran ranjau
- Situs komunikasi
Sebuah laporan terpisah dari Axios, yang mengutip pejabat AS, menyebutkan bahwa militer AS juga menyerang dua kapal tanker milik pemerintah Iran dalam serangan hari Selasa. Sebagai tanggapan, Teheran dilaporkan melancarkan serangan balasan terhadap aset-aset AS di Yordania, Bahrain, dan Irak. Otoritas Iran juga melaporkan adanya korban sipil, di mana Bulan Sabit Merah Iran menyatakan lima orang tewas dan 50 lainnya terluka di dekat Sirik, sebuah wilayah pesisir di Selat Hormuz.
Dampak Terhadap Pasar Energi
AdEskalasi militer ini dengan cepat memicu kekhawatiran di pasar komoditas. Harga minyak mentah melonjak sebagai respons terhadap meningkatnya risiko geopolitik di Timur Tengah, wilayah yang krusial bagi pasokan energi dunia. Harga minyak mentah Brent berjangka naik 4,28%, mencerminkan premi risiko yang ditambahkan oleh para pedagang akibat potensi gangguan pasokan.
Serangan ini terjadi setelah insiden pada hari Senin yang menargetkan dua kapal tanker yang meninggalkan Selat Hormuz, jalur air vital bagi perdagangan minyak global. Meskipun terjadi eskalasi, Menteri Energi AS Chris Wright menyatakan bahwa 17 juta barel minyak berhasil melewati selat tersebut pada hari Senin, level tertinggi sejak konflik mengurangi arus lalu lintas di sana.
Latar Belakang Konflik
Gelombang serangan terbaru ini mengikuti baku tembak yang terjadi pada akhir pekan, yang merupakan yang pertama sejak akhir Juli. Konflik yang lebih luas, yang menurut laporan melibatkan AS dan Israel melawan Iran, telah berlangsung sejak 28 Februari dan telah menyebabkan kenaikan harga komoditas serta ketidakstabilan regional.
Presiden Donald Trump pada hari Selasa menyatakan bahwa ia "tidak berusaha memaksa Iran ke meja perundingan." Dalam sebuah unggahan di media sosial, ia juga mempertanyakan, "Kapan rakyat Iran akan bangkit dan berjuang?"