Story

Wall Street Dibuka Melemah Akibat Kekhawatiran Belanja AI dan Lonjakan Harga Minyak

ENTHMSVIIDZHZH-TWJAKOHI
Jul 23, 20261 min read
Wall Street Dibuka Melemah Akibat Kekhawatiran Belanja AI dan Lonjakan Harga Minyak
Text size
Background

Indeks-indeks utama Wall Street dibuka melemah tajam pada perdagangan hari Kamis, tertekan oleh dua sentimen negatif yang signifikan. Kekhawatiran investor kembali muncul terkait tingginya belanja modal untuk kecerdasan buatan (AI) setelah rilis laporan keuangan pertama dari perusahaan teknologi besar, sementara lonjakan harga minyak akibat meluasnya konflik di Timur Tengah semakin membebani pasar.

Pembukaan Pasar yang Tertekan

Berdasarkan data Reuters pada bel pembukaan, ketiga indeks acuan AS langsung jatuh ke zona merah. Pelemahan paling signifikan dialami oleh indeks yang sarat dengan saham teknologi.

  • Dow Jones Industrial Average turun 463,0 poin atau 0,89% ke level 51.755,54.
  • S&P 500 anjlok 80,7 poin atau 1,08% menjadi 7.418,29.
  • Nasdaq Composite merosot paling dalam sebesar 445,4 poin atau 1,73% ke posisi 25.245,54.

Faktor Pendorong Pelemahan

Sentimen jual di pasar dipicu oleh kombinasi kekhawatiran di sektor teknologi dan perkembangan geopolitik. Investor tampaknya sedang mengevaluasi kembali prospek keuntungan di tengah meningkatnya biaya dan risiko eksternal.

Sample IUX Markets – In-articleAd

Kekhawatiran Belanja AI

Musim laporan keuangan yang dimulai oleh beberapa raksasa teknologi (Big Tech) menyoroti kembali besarnya investasi yang dibutuhkan untuk pengembangan AI. Meskipun AI dipandang sebagai pendorong pertumbuhan masa depan, pasar khawatir bahwa belanja modal yang masif dalam jangka pendek dapat menggerus margin keuntungan perusahaan dan menekan profitabilitas.

Lonjakan Harga Minyak

Di pasar komoditas, harga minyak mentah melonjak tajam di tengah eskalasi konflik di Timur Tengah, yang memicu kekhawatiran akan gangguan pasokan global. Harga minyak mentah Brent melonjak 6,73% menembus $100 per barel, sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) naik 5,47%. Kenaikan harga energi ini berpotensi meningkatkan tekanan inflasi dan membebani belanja konsumen serta korporasi.

Back to latest news

LATEST