Story
Bursa Saham AS Melemah, Nasdaq Pimpin Penurunan Terseret Sektor Teknologi

Summary
Indeks saham utama AS ditutup lebih rendah pada penutupan perdagangan Kamis, dengan Nasdaq Composite mengalami penurunan terdalam akibat aksi jual di sektor teknologi. Dow Jones dan S&P 500 juga mencatatkan kerugian.
Bursa saham Amerika Serikat ditutup di zona merah pada akhir perdagangan Kamis, tertekan oleh kerugian di sektor Teknologi, Material Dasar, dan Industri. Indeks teknologi Nasdaq Composite memimpin pelemahan, menandakan sentimen negatif investor terhadap saham-saham pertumbuhan.
Rincian Kinerja Indeks
Pada penutupan di Bursa Efek New York (NYSE), tiga indeks acuan utama mencatatkan kinerja negatif. Menurut data penutupan, kinerjanya adalah sebagai berikut:
- Dow Jones Industrial Average turun 0,20%.
- S&P 500 terkoreksi sebesar 0,51%.
- NASDAQ Composite anjlok 1,47%, menjadi indeks dengan penurunan paling signifikan.
Kenaikan CBOE Volatility Index (VIX), yang sering disebut sebagai "indeks ketakutan" pasar, sebesar 6,64% menjadi 16,71. Hal ini mengindikasikan peningkatan kecemasan dan ekspektasi volatilitas yang lebih tinggi di kalangan investor.
Saham Penggerak Pasar
Di antara komponen Dow Jones, beberapa saham berhasil melawan tren pelemahan. Saham dengan kinerja terbaik termasuk Nike Inc (NKE) yang naik 4,21%, International Business Machines (IBM) menguat 3,79%, dan Amgen Inc (AMGN) terapresiasi 3,68%.
AdSebaliknya, saham-saham yang menjadi pemberat utama indeks adalah Goldman Sachs Group Inc (GS) yang merosot 4,91%, Caterpillar Inc (CAT) turun 4,00%, dan raksasa teknologi NVIDIA Corporation (NVDA) yang melemah 2,40%.
Di indeks S&P 500, tekanan jual terlihat jelas pada saham-saham terkait teknologi penyimpanan data. Seagate Technology PLC (STX) anjlok 10,00%, sementara Corning Incorporated (GLW) dan Western Digital Corporation (WDC) masing-masing kehilangan 9,15% dari nilainya.
Kondisi Pasar Komoditas dan Mata Uang
Di pasar komoditas, harga aset safe-haven seperti emas mengalami tekanan. Harga Emas berjangka untuk pengiriman Agustus turun 1,82% ke level $3.977,97 per troy ounce. Sementara itu, minyak mentah WTI untuk pengiriman Agustus turun tipis 0,46% menjadi $79,23 per barel.
Di pasar valuta asing, Indeks Dolar AS Berjangka, yang mengukur kekuatan greenback terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya, tercatat naik 0,28% ke level 100,55. Penguatan dolar ini sering kali berkorelasi negatif dengan harga komoditas dan pasar saham di negara berkembang.