Story

AS Siap Kembali Lakukan Intervensi Terkoordinasi untuk Topang Yen

ENTHMSVIIDZHZH-TWJAKOHI
Aug 5, 20261 min read
AS Siap Kembali Lakukan Intervensi Terkoordinasi untuk Topang Yen
Text size
Background

Menteri Keuangan Amerika Serikat, Scott Bessent, pada hari Minggu menegaskan bahwa Washington siap untuk kembali berpartisipasi dalam intervensi valuta asing terkoordinasi bersama Jepang. Langkah ini akan diambil jika yen terus mengalami fluktuasi yang tidak teratur, menandakan komitmen kuat untuk menstabilkan mata uang tersebut.

Intervensi Lanjutan Disiapkan

Dalam sebuah unggahan di platform X, Bessent menyatakan bahwa intervensi bersama AS-Jepang pada hari Jumat lalu telah efektif dalam menahan "fluktuasi yen yang tidak teratur". Ia menambahkan bahwa Departemen Keuangan AS terus berkomunikasi secara erat dengan Kementerian Keuangan Jepang (MOF) dan Bank of Japan (BOJ).

"Kami tidak akan ragu untuk berpartisipasi dalam intervensi bersama lebih lanjut," tulis Bessent. Ia juga mendukung perluasan fasilitas repo untuk otoritas moneter asing dan internasional (FIMA) dari Federal Reserve sebagai mekanisme dukungan likuiditas yang penting.

Konteks dan Dampak Pasar

Komentar ini muncul setelah Jepang mengonfirmasi telah melakukan intervensi bersama dengan AS untuk membeli yen, yang pertama sejak tahun 2011. Aksi ini dipicu oleh anjloknya nilai tukar yen terhadap dolar AS ke level terendah dalam 40 tahun.

Sample IUX Markets – In-articleAd

Intervensi tersebut berhasil memicu rebound tajam bagi yen. Mata uang Jepang menguat lebih dari 2% pada hari Kamis dan melanjutkan kenaikannya pada hari Jumat, menembus level 158 per dolar. Pada Senin pukul 00:04 GMT, pasangan mata uang USD/JPY diperdagangkan di level 157,71, setelah selama sepekan sebelumnya turun hampir 4%.

Dukungan Politik dan Kebijakan Moneter

Langkah intervensi ini juga mendapat dukungan dari Presiden AS Donald Trump, yang menyebutnya sebagai cerminan persahabatan dan kerja sama ekonomi antara kedua negara sekutu. "Mereka butuh sedikit bantuan, dan kami selalu bersama Jepang," kata Trump kepada wartawan.

Dari sisi kebijakan moneter, Bank of Japan pada hari Jumat mempertahankan suku bunga jangka pendeknya di level 1%. Namun, bank sentral tersebut mengisyaratkan kesiapan untuk menaikkan suku bunga lebih lanjut jika inflasi inti terus menguat secara berkelanjutan.

Back to latest news

LATEST