Story

Veteran Tentara AS Ditahan Setelah Insiden Pembakaran di Luar Kantor ICE New York

ENTHMSVIIDZHZH-TWJAKOHI
Jul 22, 20262 min read
Veteran Tentara AS Ditahan Setelah Insiden Pembakaran di Luar Kantor ICE New York

Summary

Seorang veteran Angkatan Darat AS ditahan di New York setelah diduga menyalakan api di luar gedung federal yang menjadi lokasi kantor ICE. Pihak berwenang menggambarkan insiden tersebut sebagai tindakan ekstremis, yang mengakibatkan tiga orang luka ringan.

Text size
Background

Pihak berwenang di New York telah menahan seorang veteran Angkatan Darat AS setelah ia diduga menyalakan api dan kembang api di tangga gedung federal di Lower Manhattan yang menjadi lokasi kantor Imigrasi dan Bea Cukai (ICE). Insiden yang terjadi pada hari Senin ini digambarkan oleh para pejabat sebagai aksi protes terhadap lembaga tersebut.

Detail Insiden

Menurut pihak berwenang dan video berita lokal, seorang pria terlihat menuangkan bensin dari sebuah ember ke tangga 26 Federal Plaza pada Senin pagi, lalu membakarnya. Gedung perkantoran tersebut juga merupakan lokasi kantor lapangan FBI New York. Tersangka, yang membawa literatur anti-ICE, juga menyalakan kembang api di lokasi kejadian.

Departemen Keamanan Dalam Negeri (DHS) menyatakan di platform media sosial X bahwa seorang petugas Layanan Perlindungan Federal mengalami luka ringan saat menahan pria tersebut, yang digambarkan oleh DHS sebagai "perusuh anti-ICE". James Barnacle, asisten direktur yang bertanggung jawab atas kantor FBI New York, menambahkan dalam konferensi pers bahwa dua orang lainnya juga menderita luka ringan.

Identitas Pelaku dan Penyelidikan

Pejabat mengidentifikasi tersangka sebagai Andrew Arrabaca, seorang veteran Angkatan Darat AS berusia 43 tahun yang tinggal di Harlem. Barnacle dari FBI menyebut tersangka sebagai "ekstremis anti-Amerika, anti-pemerintah".

Beberapa fakta penting mengenai tersangka antara lain:

Sample IUX Markets – In-articleAd
  • Menjabat di Angkatan Darat dari tahun 2001 hingga 2005.
  • Bertugas sebagai teknisi sistem rudal Patriot.
  • Penyelidik melacaknya hingga ke rumahnya di Harlem setelah insiden tersebut.

James McDonald, wakil jaksa AS untuk Distrik Selatan New York, mengatakan bahwa penyelidikan masih berlangsung dan belum ada keputusan yang dibuat mengenai dakwaan. Belum jelas apakah Arrabaca telah memiliki pengacara.

Reaksi Pejabat

Wali Kota New York City, Zohran Mamdani, mengomentari insiden tersebut kepada wartawan. "Apa yang terjadi di luar 26 Federal Plaza pagi ini sangat meresahkan. Saya lega tidak ada yang terluka parah dan seorang tersangka telah ditahan," katanya.

Para pejabat menyatakan bahwa tersangka tiba di Midtown dengan kereta bawah tanah pada hari Minggu dan menghabiskan malam di jalanan di Lower Manhattan sebelum melakukan aksinya pada Senin pagi.

Back to latest news

LATEST