Story

AS dan Jepang Lakukan Intervensi Gabungan Pertama Sejak 2011 untuk Topang Yen

ENTHMSVIIDZHZH-TWJAKOHI
Aug 3, 20262 min read
AS dan Jepang Lakukan Intervensi Gabungan Pertama Sejak 2011 untuk Topang Yen

Summary

Pemerintah Amerika Serikat dan Jepang mengonfirmasi intervensi gabungan pertama mereka di pasar valuta asing sejak 2011, sebuah langkah untuk menopang yen yang merosot ke level terendah dalam 40 tahun.

Text size
Background

Pemerintah Amerika Serikat dan Jepang pada hari Senin mengonfirmasi bahwa mereka telah melakukan intervensi gabungan di pasar mata uang untuk menopang yen. Ini menandai aksi terkoordinasi pertama antara kedua negara sejak tahun 2011, yang dilakukan setelah yen jatuh ke level terendah dalam 40 tahun.

Rincian Intervensi

Langkah intervensi ini dilakukan setelah Bank of Japan (BoJ) pekan lalu menunda kenaikan suku bunga, sebuah keputusan yang berpotensi menekan yen lebih lanjut. Menurut laporan Reuters, Jepang telah menjual hampir $60 miliar untuk mendukung mata uangnya.

Di sisi lain, Amerika Serikat berencana untuk membelanjakan antara $5 miliar hingga $10 miliar dalam operasi ini. Kedua belah pihak telah berjanji untuk mengulangi tindakan tersebut jika diperlukan untuk menstabilkan yen.

Dampak Terhadap Pasar

Aksi terkoordinasi ini berhasil mengangkat nilai tukar yen, yang sempat mencapai level terkuatnya sejak awal Mei pada hari Senin. Sejak aksi pertama Jepang pada hari Kamis, yen telah menguat sekitar 4% terhadap dolar AS.

Sample IUX Markets – In-articleAd

Intervensi ini juga menimbulkan kekhawatiran di pasar obligasi. Investor cemas bahwa Jepang, sebagai kreditur luar negeri terbesar pemerintah AS, mungkin akan melikuidasi kepemilikan Treasury AS untuk mendapatkan dolar yang dibutuhkan. Namun, kekhawatiran tersebut mereda setelah terungkap bahwa fasilitas repo Federal Reserve digunakan, yang memungkinkan Jepang menggunakan kepemilikan obligasinya sebagai jaminan tanpa harus menjualnya.

Konteks yang Lebih Luas

Kelemahan yen telah dipicu oleh beberapa faktor, termasuk penundaan kenaikan suku bunga oleh BoJ dan prospek kenaikan suku bunga oleh Federal Reserve AS pada bulan depan. Di pasar lain, harga minyak turun lebih dari 5% setelah Presiden Trump mengumumkan jeda dalam serangan terhadap Iran.

Sementara itu, pasar saham Asia memulai pekan ini di zona merah, dengan indeks KOSPI Korea Selatan turun lebih dari 5%. Sebaliknya, bursa berjangka Wall Street menunjukkan penguatan menjelang pembukaan pasar, didukung oleh musim laporan keuangan yang sangat kuat di mana pertumbuhan laba agregat S&P 500 menurut data LSEG diperkirakan mencapai 47% pada kuartal kedua.

Back to latest news

LATEST